HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pelayanan Pasien Kanker yang Belum Optimal Disoroti Pimpinan MPR

5

HARIANACEH.co.id – Sebagian besar pasien kanker masih belum menerima pelayanan yang layak dari rumah sakit kanker. Contoh pelayanan yang kurang layak itu termasuk antrean yang panjang, biaya tinggi, bahkan untuk melakukan kemoterapi dirujuk ke rumah sakit lain.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid sangat sedih mendengar hal ini. Dia menambahkan, sebenarnya bukan hanya rumah sakit kanker saja yang masih mempunyai banyak kekurangan. Rumah sakit umum baik swasta maupun non swasta juga masih banyak kekurangan dalam memberikan pelayanan. “Lihatlah ke UGD, waduh, jadi bukan hanya kanker saja. UGD bukan hanya kanker saja kan, terkait dengan beragam hal. Ya, Allah. Itu sih menurut saya gimana sembuhnya. Sudah pelayanannya sangat terbatas. Kemudian, yang di situ desak-desakan. Ada yang teriak sana, teriak sini. Waduh,” kata Hidayat sambil menghela napas panjang.

Terkait kurangnya pelayanan dari rumah sakit, Hidayat menyoroti juga kurang maksimalnya pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Begitu juga dengan rumah sakit tertentu yang masih enggan menerima peserta BPJS Kesehatan.

“Problemnya, pelayanan kesehatan yang sekarang merucuk pada BPJS. Itu tadi dari pihak pemerintah sangat lambat membayar klaim rumah sakit. Rumah sakit itu kan enggak semuanya rumah sakit negeri, tapi juga rumah sakit swasta. Rumah sakit swasta itu kalau pembayaran lebih dari dua bulan bisa kacau,” kata Hidayat, ditemui di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Kemudian, Hidayat juga menyorot para dokter yang merasa gaji yang mereka terima seperti terasa masih kurang sepadan dengan apa yang mereka kerjakan.

Terlebih lagi, begitu sistem BPJS Kesehatan ini dibuka, pesertanya menjadi bertambah banyak. Pemerintah masih kurang siap menghadapi hal ini.

“Pemerintah belum siap mengatasi masalah ini dari sisi manajemen, keuangan. Dari sisi memposisikan para dokter dan rumah sakit, termasuk obat,” paparnya.

Dia berharap pada masa reses ini, rekan-rekan di Komisi IX DPR dapat mengumpulkan data dan fakta di lapangan mengenai permasalahan ini. Sehingga nantinya bisa didiskusikan dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari rumah sakit.

“Mudah-mudahan rekan-rekan kami di Komisi IX dapat menyimpulkan masalah ini, kemudian rapat dengan Ibu Menteri (Menkes) bersama pihak-pihak terkait permasalahan dengan pelayanan BPJS di masyarakat. Kanker maupun non-kanker,” jelasnya.

loading...