HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemilihan Caketum Golkar, Inilah Tiga Skenarionya

3

HARIANACEH.co.id – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar akan mulai digelar, Sabtu 14 Mei. Rencananya gelaran pemilihan ketua umum partai berlambang pohon beringin itu bakal dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Ada delapan calon ketua umum yang bakal bertarung, berdasarkan nomor urut mereka adalah, 1: Ade Komarudin, 2: Setya Novanto, 3: Airlangga Hartarto, 4: Mahyudin, 5: Priyo Budi Santoso, 6: Aziz Syamsudin, 7: Indra Bambang Utoyo, dan 8: Syahrul Yasin Limpo.  Anggota Streering Commitee Andi Sinulingga mengaku, peserta Munaslub Golkar dari seluruh tingkat DPD I dan II sudah hadir di Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Bali. “Persiapan sudah sesuai rencana peserta hampir 90 persen sudah hadir,” kata Andi saat dihubungi, Jumat (13/5/2016).

Selain Presiden, panitia juga mengundang ketua partai dan sejumlah menteri, pihaknya berharap seluruh undangan hadir untuk menyemarakkan gelaran empat tahun sekali itu. “Kami harapkan Munaslub ini menjadi ajang rekonsiliasi utuh dan demokratis,” ujar Andi.

Pemilihan Dipercepat

Ketua Komite Pemilihan Munaslub Rambe Kamarul Zaman mengatakan, ada kemungkinan proses pemilihan ketua umum Golkar bakal dipercepat pada Minggu, 15 Mei, lantaran majunya jadwal pembukaan menjadi Sabtu 14 Mei pukul 20.00 WIB.

“Iya, tergantung. Besok kan pra munaslub pagi, terus pembukaan malam. kalau bisa akan dipercepat, ini kan prosesnya sudah maju, kampanye sudah selesai, sosialisasi selesai, debat nanti malam mudah-mudahan selesai,” kata Rambe.

Terkait proses pemilihan, Rambe menjelaskan, sesuai aturan, delapan bakal calon ketua umum harus terlebih dahulu memiliki suara sah 30 persen, atau 167 suara dari total 57 pemilik suara sah.

“Siapa yang mendapatkan suara 167 lebih, baru itu sah calon,” kata Rambe.

Rambe menjelaskan ada tiga skenario yang bakal terjadi dalam pemilihan ketua umum partai Golkar, pertama yaitu jika hanya 1 orang yang mendapat dukungan lebih dari 30 persen suara, sedangan calon lain tidak ada yang mendapatkan 30 persen itulah yang disahkan jadi ketum.

“Itu langsung ketua umum secara aklamasi,” kata Rambe.

Skenario kedua adalah jika ada dua bakal calon atau lebih mendapatkan 30 persen suara maka akan dilanjutkan putaran kedua.

Sementara skenario ketiga adalah, jika kedelapan bakal calon tidak ada yang meraih 30 persen suara maka urutan suara terbanyak pertama, kedua dan ketiga bakal ditetapkan menjadi calon ketua umum dan mengikuti pemilihan.

“Divote ulang, tapi diambil urut suara terbanyak 1,2 dan 3,” ujar Rambe menjelaskan.

loading...