HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Reformasi Penganggaran DPR Dinilai Perlu Dilakukan

6

HARIANACEH.co.id – Penemuan adanya anggaran fiktif dalam kunjungan kerja perseorangan anggota DPR oleh Badan Pemeriksaan Keuangan dinilai telah meyakitkan rakyat. Sebagai wakil rakyat, DPR seharusnya tidak memainkan anggaran yang menimbulkan adanya dugaan kerugian negara hingga Rp945,4 miliar.

Pengamat Poilitik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai harus adanya pembenahan secara menyeluruh di internal DPR, terutama pada bagian anggaran. “Kita harapkan harus ada reformasi total penganggaran di DPR itu. Jadi angka (hampir) Rp1 triliun itu bukan main-main. Itu sangat menyakitkan kita sebagai rakyat. Bahkan uang untuk perjalanan pun sekarang sudah dimainkan sedemikian rupa demi kepentingan para penggunanya,” kata Ray di The Akmani Hotel, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016).

Ray juga berharap Komisi Pemberantasan Korupsi dapat bergerak mengusut kasus dugaan adanya anggaran fiktif ini. Ia meminta KPK dapat mencari dalang dari penyebab munculnya anggaran fiktif ini. Terlebih, angka yang diduga sebagai anggaran fiktif itu bukanlah angka yang kecil.

“Oleh karena itu kita minta betul-betuk KPK untuk melakukan penelusuran di mana itu permasalahannya. Yang pentingnya ya menangkap orang yang kalau terlibat dalam kasus ini,” ujar dia.

Ia menyebut, nominal anggaran fiktif itu jika dilihat secara perorang memang tidak terlalu besar, hanya sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Namun, bila ditotal secara keseluruhan anggaran fiktif itu bisa mencapai angka Rp1 triliun.

Karena itu, ia meminta agar kasus ini dapat segera diselesaikan. Ia juga meminta agar DPR tidak lagi memikirkan proyek pembangunan gedung baru DPR. Ia ingin proyek itu terlebih dahulu ditunda, hingga semua permasalahan ini selesai.

“Saya pikir tunda deh pembanguanan gedung (DPR) ini, selesaiin dulu deh ini. Uang perjalanan saja yang kalau dilihat nominal perorang kan tidak terlalu tinggi ya. Nominalnya Rp200-Rp300 juta perorang kalau nominalnya. Tapi anda bisa bayangkan kalau dari angka sekian saja kalau ditotal bisa mencapai angka (hampir) Rp1 triliun. Anda bisa bayangkan kalau kita llimpahkan uang Rp7 triliun, Rp8 triliun. Oleh karena itu tunda dulu rencana pembangunan gedung DPR,” tandas Ray.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time