HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terkait Berkas Jessica, Jaksa Tak Mau Berjudi

7

HARIANACEH.co.id – Berkas perkara Jessica Kumala Wongso, tersangka kematian Wayan Mirna Salihin, masih belum bisa dijadikan dakwaan. Berkas penyidikan dianggap belum lengkap.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Waluyo menyatakan tak mudah meloloskan berkas perkara, termasuk berkas Jessica. Sebab, jaksa lah yang nantinya akan bertanggung jawab soal kelanjutan hukum Jessica di pengadilan. “Dominis litis atau beban pembuktian ada di jaksa dan tidak bisa diganggu gugat,” kata Waluyo, Jumat (13/5/2016).

Kejati DKI tak mau berjudi dengan melimpahkan Jessica ke pengadilan, sementara berkasnya belum sempurna. Maka dari itu, kata Waluyo, jaksa peneliti benar-benar ingin berkas Jessica matang. Agar matang, berkas mesti dilengkapi penyidik. Itulah mengapa berkas itu kerap dikembalikan ke penyidik Polri.

“Nanti jaksanya dikira bodoh, ini itu, gimana? Kalau sudah masuk ke pengadilan beban pembuktian ada di jaksa,” tambah Waluyo.

essica Kumala Wongso.MI-Arya Manggala
Jessica Kumala Wongso.MI-Arya Manggala

Polda Metro Jaya sempat menyayangkan bolak-baliknya berkas perkara Jessica. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto mestinya biar hakim yang memutuskan soal nasib hukum Jessica.

“Harusnya hakim yang memutuskan itu (berkas Jessica). Supaya ada kepastian hukum, jadi kita jangan diombang-ambingkan dengan segala masalah yang demikian ini,” ungkap Moecgiyarto di Mapolda Metro Jaya, Rabu 11 Mei.

Menurut Moechgiyarto, sistem peradilan pidana di Indonesia sebenarnya tidak ada kewajiban penyidik agar mencari dua alat bukti yang cukup. Penyidik, kata Moechgiyarto, hanya perlu mengumpulkan sebanyak mungkin bukti dan menaikkan kasus ke tingkat pengadilan.

“Ini kalau menganut UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP, tidak ada kewajiban penyidik mencari dua alat bukti, itu tidak ada,” tambah Moechgi.

Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin sudah mendekam di tahanan selama 104 hari sejak ditahan pada 30 Januari 2016. Jika berkas tak kunjung lengkap hingga 120 masa tahanan, polisi mesti membebaskan Jessica demi hukum.

Mirna meninggal usai meminum es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu 6 Januari. Hasil uji di laboratorium Polri diketahui lambung Mirna mengandung zat sianida.

Mirna diduga dibunuh. Saat di Kafe Olivier, Mirna bersama dua temannya saat kuliah Australia, Jessica dan Hani. Polisi kemudian menetapkan Jessica sebagai tersangka pada 29 Januari. Jessica diduga menuang sianida ke kopi yang diminum Mirna.

loading...