HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terkait Bendera Aceh, GAM Aceh Timur Kecam Apa Karya

12

HARIANACEH.co.id, ACEH TIMUR – Eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM), wilayah Aceh Timur merasa sangat tersinggung dengan komentar bakal calon gubernur Aceh, Zakaria Saman alias Apa Karya tentang bendera bulan bintang.

Samsul Bahri alias Abu Nawah, yang merupakan mantan Wakil Panglima GAM Daerah II Simpangulim – Peureulak, Aceh Timur kepada HARIANACEH.co.id mengatakan, ucapan yang tak pantas untuk bendera bulan bintang itu disampaikan Apa Karya saat silaturahmi ke kantor Harian Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang PA, Aceh Besar, Selasa (10/5/2016) lalu.

Seperti diberitakan Serambi Indonesia, kata Abu Nawah, dalam agenda silaturahmi tersebut Apa Karya menyinggung soal bendera, dimana menurutnya kesejahteraan jauh lebih penting dibanding bendera bulan bintang.

“Bagi lon, bendera kon hana galak, tapi ureung Aceh utamakan pruet dilee. Keupeu bendera meunyoe pruet ureung Aceh mantong deuk, kon tacok tatiek lam parek keudeh/Saya bukan tidak suka dengan bendera, tapi orang Aceh harus kita utamakan dulu masalah perut (kesejahteraan)-nya. Untuk apa bendera kalau orang Aceh masih lapar, ambil lempar ke parit saja,” kata Apa Karya seperti dikutip Serambi Indonesia.

Pernyataan Apa Karya, menurut Abu Nawah, sangatlah melecehkan bendera bulan bintang. “Sebab bendera bintang bulan itu bukan hanya milik suatu kelompok, melainkan milik kita semua rakyat Aceh. Kami selaku Wakil Panglima GAM Daerah II Simpangulim – Peureulak, sangat tidak suka tanggapan Apa Karya. Kalau sempat dia (Apa Karya) ucapkan didepan saya, udah saya pukul dia,” kata Abu Nawah yang didampingi M. Nur alias Pusaka, Sabtu (14/05).

Terkait persoalan tersebut, Abu Nawah dan rekan-rekannya di Aceh Timur meminta Apa Karya dalam waktu dekat segera menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Aceh. “Karena ini menyangkut sebuah penghinaan terhadap bendera bulan bintang, wajib meminta maaf,” pungkas Abu Nawah. (HAI/Jamal).

loading...