HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jaksa Penuntut Umum Ikut Mengintimidasi Korban Pemerkosaan

6

HARIANACEH.co.id – Hakim dalam persidangan kasus pemerkosaan yang dilakukan pengusaha kontraktor, SS, terhadap 58 anak di Kediri masih diproses. Pembina Yayasan Indonesia Bethania Eden menilai, ada kejanggalan selama persidangan dugaan perkosaan yang dilakukan sang pengusaha kontraktor.

“Persidangannya aneh. Jaksa tidak berpihak pada korban. Jaksa ikut mengintimidasi korban,” ujar Bethania di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2015). Selama mendampingi korban, Bethania mengaku tak diberikan salinan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pihaknya sudah meminta, namun tidak diberikan.

Selain itu, sebagai pendamping Bethania tak diizinkan untuk mendampingi korban saat persidangan.

“Di hadapan hakim, pengacara pelaku bisa mengintimidasi habis-habisan,” jelas Bethania.

Tak jarang, korban pun histeris seusai persidangan. Betharia menjelaskan, korban bahkan dibiarkan berhadapan dengan pelaku di dalam persidangan. Jaksa pun tak melakukan pembelaan.

“Jaksa tidak membela,” tegas Bethania.

Seperti diketahui, pelaku SS dituntut jaksa dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp100 juta. Jauh dari hukuman maksimal. Selain itu, jaksa masih menggunakan Undang-undang lama tentang perlindungan anak Pasal 81 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2002 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Seharusnya, Jaksa menggunakan UU Perlindungan terbaru yaitu UU Nomor 35 Tahun 2014. Sehingga tuntutan yang pantas diperuntukkan bagi pelaku adalah minimal 15 tahun dan denda Rp5 miliar.

Diduga sebanyak 58 korban telah menjadi korban seksual SS. Sebagian besar dari mereka berusia antara 11 sampai 14 tahun. Dari 58 anak, sebanyak 16 orang yang terdata dan hanya lima yang membawa kasusnya ke meja hijau. Hal itu terjadi diduga lantaran banyaknya intimidasi terhadap korban dari pelaku.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time