HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kebiri, Dinilai Layak Dijatuhkan Kepada Pemerkosa 58 Anak

11

HARIANACEH.co.id – Pembina Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia Bethania Eden, berharap pengusaha pemerkosa 58 anak di Kediri dihukum berat, minimal dikebiri. Bethania menilai hukuman itu pantas dijatuhi untuk SS.

“Harapan saya, dikebiri. Itu yang saya tunggu,” ucap Bethania di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2015). Bethania mengatakan, hukuman maksimal yang layak diberikan kepada SS adalah hukuman mati. Karena, tindakan yang dilakukan pengusaha itu sudah merusak masa depan banyak anak di Kediri.

“Kita akan minta hukuman mati, saya rasa kita perlu langgar HAM pelaku. Saya pribadi setuju hukuman mati,” tegas dia.

Bethania menilai, 50 persen remaja di Kediri telah menjadi korban SS. Banyaknya korban ini menjadi alasan kuat agar pengusaha kontraktor itu diganjar hukuman mati.

“Bisa jadi mungkin hampir 50 persen ABG (anak baru gede) di Kediri jadi korban dia,” ujar Bethania.

Diketahui, pelaku SS dituntut jaksa dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp100 juta. Jauh dari hukuman maksimal. Selain itu, jaksa masih menggunakan Undang-undang lama tentang perlindungan anak Pasal 81 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2002 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Seharusnya, Jaksa menggunakan UU Perlindungan terbaru yaitu UU Nomor 35 Tahun 2014. Sehingga tuntutan yang pantas diperuntukkan bagi pelaku adalah minimal 15 tahun dan denda Rp5 miliar. Diduga sebanyak 58 korban telah menjadi korban seksual SS. Sebagian besar dari mereka berusia antara 11 sampai 14 tahun.

Dari 58 anak, sebanyak 16 orang yang terdata dan hanya lima yang membawa kasusnya ke meja hijau. Hal itu terjadi diduga lantaran banyaknya intimidasi terhadap korban dari pelaku.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat