HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rahayu Saraswati: Kebiri Hanya Akan Menyisakan Dendam

7

HARIANACEH.co.id – Pemerintah akan membahas peraturan pemerintah pengganti Undang-undang (Perppu) yang mengatur pemberian hukuman berat untuk pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Niatan pemerintah ini menuai protes dari beberapa pihak.

Tak hanya hukuman berat, pemerintah akan memasukkan hukuman kebiri sebagai hukuman tambahan. Anggota Komisi VIII DPR Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo menilai hukuman kebiri hanya akan menyisakan dendam. “Kami sudah melakukan riset bahwa kebiri kimiawi itu akan menimbulkan upaya balas dendam atau hal yang tidak diinginkan dari pelaku. Pelaku akan membabi buta,” kata Rahayu dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Ponakan Prabowo Subianto ini mengatakan, tak sedikit dari pelaku kekerasan seksual mengalami kejadian yang membuat mereka trauma. Trauma itu membuat mereka menjadi predator saat dewasa.

Rahayu menilai, perasaan negatif yang dimiliki pelaku harus dibersihkan. Perasaan amarah, sakit hati, dan balas dendam harus diangkat dari pelaku kejahatan seksual.

Sebab, jika pemerintah tetap memberlakukan sanksi kebiri kimiawi atau kastrasi hormonal yang dapat mematikan libido seksual predator, dikhawatirkan predator ini akan semakin melunjak.

Maka dari itu, Rahayu meminta pemerintah mencari sanksi jenis lain sebagai pemberat hukuman bagi predator. Politikus Gerindra ini ingin pemerintah kembali melakukan riset agar sanksi itu benar-benar menjerakan pelaku dan tidak ada dampak negatif yang meluas pascapenerapan sanksi tersebut.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time