HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

12 Berkas Kasus Pelanggaran HAM Papua Dikantongi Luhut

19

HARIANACEH.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM di Papua. Dua belas berkas kasus tersebut sudah diakntongi Menkopolhukam Luhut Panjaitan.

“Sudah diserahkan berkasnya. Tapi ada rekomendasi yang ditangani pusat, polda dan kodam. Kami kebagian menangani empat kasus,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2016).

Dari 12 kasus itu, pihaknya diberi tanggung jawab untuk menangani empat kasus pelanggaran HAM. Yaitu  kasus Mako Tabuni, penangkapan Yoram di Nabire, kasus penemuan mayat sehari pembubaran Kongres Rakyat Papua tiga, dan hilangnya Aristoteles Masoka, supir dari Theys Eluay.

Theys Eluay merupakan Ketua Presidium Dewan Papua yang jenazahnya ditemukan di daerah Koya, dekat perbatasan Papua Nugini, Minggu pagi, 11 November 2001. Paulus cukup kesulitan untuk menuntaskan kasus tersebut lantaran waktu kejadian sudah berselang 15 tahun.

Meski begitu, Paulus tetap memberikan hasil laporan olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi. Ia menuturkan, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam keempat kasus tersebut.

Sementara itu, untuk kasus pelanggaran HAM di Wasior dan Wamena sedang ditangani penyelidikannya oleh Komnas HAM untuk kemudian dilakukan penyidikan oleh Kejaksaan Agung.

Kasus lain seperti penyerangan kantor Polsek di Abepura sudah dianggap selesai dan pelakunya pun sudah diadili di pengadilan HAM.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat