HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Keluarga Siyono Melaporkan Santunan Kadensus 88 Ke KPK

16

HARIANACEH.co.id – Koalisi untuk Keadilan menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka melaporkan uang Rp100 juta yang diberikan Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri Brigjen Eddy Hartono kepada keluarga almarhum terduga teroris Siyono.

Menurut perwakilan Koalisi untuk Keadilan Dahnil Azhar Simanjuntak, uang itu diduga berasal dari beberapa pihak sehingga harus diusut lembaga antirasuah. “Hari ini kami dan kawan-kawan melaporkan uang yang diakui Kapolri (Jenderal Badrodin Haiti) sebagai uang pribadi Kepala Densus yang diberikan kepada Suratmi (istri almarhum Siyono),” kata Dahnil di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2016).

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menerangkan, uang sudah dilaporkan ke Bagian Pengaduan Masyarakat KPK. Dia berharap KPK menindaklanjuti laporan itu.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, Koalisi juga sudah bertemu dengan pimpinan KPK.

“Kami, KPK sudah menerima laporan itu,” ujar Yuyuk.

Siyono diduga merupakan panglima investigasi yang membawahi bidang rekrutmen di Neo Jamaah Islamiyah. Dia ditangkap atas pengembangan terduga teroris T alias AW yang lebih dulu dibekuk.

Polisi berjaga di lokasi aoutpsi Siyono
Polisi berjaga di lokasi aoutpsi Siyono (MTVN)

Sebagai seorang direktur Neo JI, Siyono dinilai tahu bunker penyimpanan senjata. Dia dibawa ke bunker tempat penyimpanan senjata di daerah Prambanan, Jawa Tengah.

Di tengah jalan, Siyono yang meminta tutup mata dan borgolnya dibuka menyerang anggota Densus. Dalam perkelahian di dalam mobil, kepala Siyono terbentur hingga pingsan setelah mobil yang dikendarai anggota Densus tergelincir menabrak badan jalan. Siyono dinyatakan tewas saat tiba di rumah sakit.

Kepala Densus memberikan uang santunan Rp100 juta kepada keluarga Siyono. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan, uang tersebut berasal dari kantong pribadi Kadensus.

Jenazah Siyono dibawa ke masjid untuk disalatkan sebelum pemakaman
Jenazah Siyono dibawa ke masjid untuk disalatkan sebelum pemakaman, (MTVN)

Kapolri tak mempermasalahkan pemberian uang dari kocek pribadi semacam itu. Badrodin mengatakan, uang santunan biasa diberikan secara personal sebagai bentuk dukacita. Kapolri membantah uang tersebut merupakan sogokan.

Keluarga Siyono sebelumnya menolak pemberian uang tersebut. Keluarga membawa uang tersebut ke hadapan aktivis, termasuk PP Muhammadiyah.

Sementara itu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai uang Rp100 juta tersebut tidak memiliki sumber dan tujuan jelas. Mereka menduga ada penyelewengan dana dari uang santunan itu. Mereka tidak menampik dugaan pemberian uang tersebut agar keluarga legowo atas kematian Siyono.

Dua anggota Densus 88 dikenakan sanksi etik berupa mutasi dan harus menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Siyono dalam kasus ini. Keluarga juga telah melaporkan dua anggota Densus serta tim dalam penangkapan Siyono untuk ditindak secara pidana ke Polres Klaten, Jawa Tengah, Minggu 15 Mei. Kasus pidana hingga saat ini masih dalam tahap peyelidikan.

 

Komentar
Sedang Loading...
Memuat