HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kinerja Densus 88 Dan BNPT Bakal Diawasi Lembaga Independen

9

HARIANACEH.co.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah menyerahkan hasil penyelidikan terkait kasus tewasnya terduga teroris Siyono. Komnas HAM kini masih menunggu hasil kerja Pansus DPR.

Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat mengatakan, DPR telah memuat poin pengawasan kerja Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam draf revisi UU Terorisme. “Di sana dimasukkan poin dalam draf revisi bahwa Densus 88 dan BNPT diawasi oleh lembaga independen di lembaga pengawas,” ungkap Imdadun usai Rakor penuntasan kasus pelanggaran HAM di Papua di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (18/5/2016).

Selain menyampaikan hasil penyelidikan ke DPR, Komnas HAM juga melaporkan kasus tersebut ke Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Komna HAM menyerahkan seluruh temuan tim penyelidikan soal kasus kematian Siyono.

“Kami sepakat mempertemukan tim Kapolri dengan tim Komnas HAM,” tambah dia.

Sebelumnya, Majelis Etik Mabes Polri telah membacakan putusan sidang etik terhadap anggota Densus 88 AKBP T dan Ipda H dengan vonis kewajiban meminta maaf kepada atasan maupun institusi Polri serta mendapat sanksi demosi.

Demosi maksudnya tidak direkomendasikan untuk melanjutkan tugas di Densus 88 dan dipindah ke satuan kerja lain dalam waktu minimal empat tahun. Majelis etik menganggap keduanya hanya melakukan pelanggaran prosedur pengawalan saat menangkap Siyono.

Terduga teroris Siyono tewas ketika berusaha menyerang satu anggota Densus 88 Polri. Kasus itu terjadi di perjalanan ke bunker tempat penyimpanan senjata di daerah Prambanan, Jawa Tengah. Di tengah jalan, Siyono yang meminta tutup mata dan borgolnya dibuka menyerang anggota.

Dalam perkelahian di dalam mobil, kepala Siyono terbentur setelah mobil yang dikendarai anggota Densus tergelincir menabrak badan jalan hingga pingsan. Siyono dinyatakan tewas saat tiba di rumah sakit.

Siyono ditangkap atas pengembangan terduga teroris T alias AW yang lebih dulu ditangkap. Siyono merupakan panglima investigasi yang membawahi bidang rekrutmen di Neo Jamaah Islamiyah. Sebagai seorang Direktur Neo JI, Siyono dinilai tahu bunker penyimpanan senjata.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time