HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Komjen Budi Gunawan Dinilai Layak Gantikan Jenderal Badrodin Haiti

7

HARIANACEH.co.id – Nama Komjen Budi Gunawan kembali mencuat menjelang pergantian Kepala Kepolisian RI (Kapolri). Wakil Kapolri itu dinilai layak untuk mengisi kursi yang akan ditinggalkan Jenderal Badrodin Haiti.

Anggota Komisi III Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai, pengetahuan dan wawasan Budi Gunawan tak perlu diragukan lagi untuk memimpin kepolisian. Ia menyebut Jenderal bintang tiga itu telah memiliki semua kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi Kapolri.

“Baru pak Budi Gunawan yang memecahkan rekor, walaupun tersangka beliau fit and proper tes tidak sampai dua jam. Semua secara bulat Komisi III mendukung. Kita musti tahu semua kriteria (untuk menjadi Kapolri) dipenuhi pak BG,” kata Ruhut, Rabu (18/5/2016).

Namun, Ruhut tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo untuk memutuskan pengganti Badrodin. Pasalnya, pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Kapolri merupakan hak preogratif dari orang nomor satu di Indonesia, itu.

Ia pun yakin, tidak akan ada kegaduhan jika nantinya Budi Gunawan kembali masuk dalam bursa calon Kapolri. Tapi, ia tetap mempercayakan sepenuhnya pemilihan Tribrata 1 ini kepada presiden.

“Kita sabar saja menunggu apa putusan pak Jokowi. Karena kan kita tahu pak Jokowi dia punya penilaian, kita hormati. Ya kita lihat. Saya rasa tidak ada itu gaduh-gaduh,” ujar dia.

Terkait dengan Budi Gunawan yang akan memasuki masa pensiun dua tahun lagi, Ruhut menilai hal itu bukan menjadi hambatan bagi Budi Gunawan untuk tetap menjadi Kapolri. Pasalnya, Badrodin pun saat menjadi Kapolri mendekati masa pensiun.

Selain nama Budi Gunawan, Ruhut menyebut masih ada beberapa nama yang layak menjadi Kapolri. Di antaranya, Komjen Budi Waseso, Komjen Dwi Prayitno, Komjen Syafruddin, serta Komjen Putut Eko Bayuseno.

“Nah itu bintang-bintang tiga. Inilah nama-nama yang pantas (jadi Kapolri),” ucap dia.

Nama Budi sempat diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR untuk menggantikan Kapolri Jenderal Sutarman, Januari 2015. Langkah Budi terganjal karena menyandang status tersangka gugatan kasus rekening gendut dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Komisi Hukum yang telah menyiapkan rangkaian fit and proper test tetap melaksanakan tugasnya. Beberapa jam setelah penetapan tersangka, Komisi III tetap mengunjungi kediaman Budi dalam rangkaian uji kelayakan.

Budi juga tetap mengikuti fit and proper test di DPR sembari menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Kasus itu, menurut Budi sudah selesai beberapa tahun sebelum ia dipilih menjadi calon Kapolri.

Budi memilih mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan status tersangka oleh KPK. Tuntutan praperadilan yang ia ajukan dinyatakan menang. Sayangnya, Budi tak kunjung dilantik menyusul konflik antara KPK-Polri yang mengemuka pascapenetapan tersangka kepada Budi.

Tak mau memperpanjang polemik, Presiden Jokowi batal melantik Budi. Jokowi akhirnya menunjuk Wakapolri saat itu, Badrodin Haiti untuk mengisi kursi Kapolri yang ditinggalkan Jenderal Sutarman.

Tak lama berselang, Budi diangkat menjadi Wakapolri. Ia dilantik dalam suasana tertutup dan di ruangan yang tak biasa. Undangan yang hadir pun hanya sebatas pejabat di lingkungan Polri.

loading...