HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

PN Kediri Dilaporkan Ke KY Bila Pemerkosa 58 Anak Divonis Ringan

14

HARIANACEH.co.id – Pengadilan Negeri Kota Kediri menggelar sidang vonis dengan terdakwa SS alias Koko hari ini, Kamis (19/5/2016). Semua pihak diharap turut mengawasi jalannya proses hukum terhadap Koko hingga mendapatkan hukuman maksimal.

“Andai kata putusan dirasa tidak berkeadilan, kita akan lakukan upaya hukum. Kita akan menggandeng Komisi Yudisial (KY). Barangkali ada indikasi penyimpangan, karena semua peluang itu mungkin,” ucap Ketua Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Brantas Habib, Rabu (18/5/2016) malam.

Menurut Habib, majelis hakim merupakan wakil Tuhan di muka bumi. Hakim memiliki kewenangan menjatuhkan hukuman maksimal, seperti hukuman seumur hidup ditambah dengan kebiri kimiawi atau hukuman mati.

“Majelis hakim harus mampu membuat terobosan baru, karena kekerasan seksual telah dinyatakan sebagai kejahatan luar biasa. Maka dari itu, penegakan hukumnya pun harus dilakukan luar biasa pula,” seru Habib.

Namun, Habib menegaskan pihaknya tidak akan berbuat anarkis terkait vonis hakim terhadap Koko nantinya. “Kita akan mendengar putusan hakim, apa pun bunyinya. Andai kata putusan itu mencerminkan keadilan, kita berikan apresiasi,” ujarnya.

Aliasi Lembaga Swadaya Masyarakat Kediri Raya
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliasi Lembaga Swadaya Masyarakat Kediri Raya memberikan obat masuk angin kepada perwakilan Pengadilan Negeri sebagai simbol dukungan kepada penegak hukum guna menuntaskan kasus kejahatan seksual terhadap sejumlah anak, (ANT/Prasetia Fauzani)

Berdasarkan data yang dimiliki Habib, korban kekerasan Koko sejak 2012 mencapai 58 orang. Dari 58 itu, terdapat 16 orang yang terdata dengan baik dan lima orang yang mengajukan gugatan hingga proses peradilan. Mereka adalah AK, IN, FI, AD, RI, AN, AND, CAN, LI, MI, MU, EK, SA, VE, RE, dan PR.

Karena kejahatannya, pengusaha ternama di Kediri dan Jawa Timur itu dituntut 13 tahun penjara dan denda Rp100 juta. Tapi, Habib dan Masyrakat Peduli Kediri beranggapan hukuman pelaku terlalu ringan.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat