HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Latar Belakang Bus Salah Antar Penumpang Diselidiki Pihak Lion Air

5

HARIANACEH.co.id – Lion Air dianggap perlu mendalami latar belakang kasus salah antar penumpang internasional ke terminal domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa 10 Mei. Menurut pengamat penerbangan Alvin Lie, sopir bus tak mungkin bergerak tanpa arahan.

“Saya kira kita jangan hanya menyederhanakan sopir busnya, sopir bus ini pasti ada perintahnya,” kata Alvin, Kamis (19/5/2016).

Alvin menjelaskan, sopir bus pasti tidak begitu saja menjemput penumpang di parkiran pesawat. Ada pengawas yang biasanya memerintahkan sopir bus menjemput penumpang.

“Apa sopir bus instruksinya sudah jelas ada cek dan ricek? Apa dalam bus ada alat komunikasi untuk kontrol? Apa saat penumpang turun ada petugas yang memastikan?,” jelas pria yang juga merupakan anggota Ombudsman itu.

Menjawab pertanyaan itu, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menyatakan pihaknya sedang mendalami penyebab sopir bisa salah antar. Ke depan, Lion Air tak mau lagi kecolongan soal ini.

Hingga saat ini, kesalahaan diduga terjadi karena human error karena saat itu ada dua pesawat Lion Air yang terparkir di Terminal I.

“Sampai sore tadi yang bersangkutan masih mengatakan bahwa dia error karena diinstruksikan menunggu penumpang dari Padang, dia pikir pesawat itu dari Padang,” ujar Edward.

Pesawat Lion Air JT161 dari Singapura terparkir di R51 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Saat bersamaan, terdapat pesawat Lion Air lain yang juga baru mendarat dari Padang terparkir di R56.

Namun, bus penjemput penumpang justru membawa penumpang Lion Air JT161 yang merupakan peumpang penerbangan internasional menuju Terminal 1. Padahal, kedatangan internasional berada di Terminal 2. Akibatnya, sejumlah penumpang internasional tidak melewati proses imigrasi.

Tak sampai sepekan, kesalahan itu terulang. Pesawat QZ509 dari Singapura mendarat di Bali, Senin 16 Mei 2016 malam. Sebanyakn 47 penumpang yang turun lebih awal dibawa ke terminal domestik oleh bus antar jemput di bandara.

Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub sudah menjatuhkan sanksi pada Lion Air dengan pembekuan layanan antar jemput penumpang dan barang (ground handling) per 18 Mei. Namun, Lion Air melawan. Maskapai berlogo kepala singa merah itu berencana menggugat Ditjen Perhubungan Udara.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time