HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sistem Pengamanan Bandara Dikritisi Pengamat Penerbangan

6

HARIANACEH.co.id – Pengamat Penerbangan Alvin Lie memgungkapkan, kesalahan prosedur layanan antarjemput penumpang dan bagasi (ground handling) yang dilakukan dua maskapai, Lion Air dan Air Asia, merupakan masalah serius dalam sistem pengamanan bandara. Pasalnya peristiwa itu terjadi dua kali dalam sepekan.

“Jelas bukan hanya masalah maskapai, tapi sistem pengamanan bandara kita secara umum,” kata Alvin, Kamis (19/5/2016).

Anggota Ombudsman itu mempertanyakan koordinasi antar instansi di bandara. Semestinya, pihak bandara sudah memastikan siapa yang bertanggung jawab semenjak penumpang turun dari pesawat, keluar dari bandara, masuk ke pesawat lagi, hingga sebaliknya.

“Nah siapa yang bertanggung jawab, dimana, pengawasannya gimana, ini sudah terbukti dua kali kebobolan,” ujar Alvin.

Alvin tidak sepakat jika Kementerian Perhubungan hanya memberikan sanksi kepada maskapai maupun pejabat Kemenhub di bandara. Sebab, pihak yang menjalankan sistem di bandara perlu menyadari dulu kelemahannya agar peristiwa yang sama tidak terulang lagi.

“Lebih penting mencari apa kelemahan kita daripada sekedar menghukum sana sini,” ungkap Alvin.

Seperti diketahui, pada 10 Mei 2016 malam Pesawat Lion Air JT161 dari Singapura terparkir di R51 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Saat bersamaan, terdapat pesawat Lion Air lain yang juga baru mendarat dari Padang terparkir di R56. Namun, bus penjemput penumpang membawa penumpang Lion Air JT161 menuju Terminal 1. Padahal seharusnya kedatangan internasional diantarkan ke Terminal 2. Akibatnya, sejumlah penumpang internasional tidak melewati proses imigrasi.

Tak sampai sepekan, kesalahan itu terulang. Pesawat QZ509 dari Singapura mendarat di Bali pada 16 Mei 2016 malam. 47 penumpang yang turun lebih awal dibawa ke ke terminal domestik oleh bus antarjemput.

loading...