HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Inilah 6 Mitos Seputar Pil Kontrasepsi

11

HARIANACEH.co.id — Sebanyak 6,4 persen penduduk Asia menggunakan pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Di ASEAN, Thailand merupakan negara dengan pengguna pil kontrasepsi terbanyak, yakni berjumlah 35 persen, sementara Indonesia sebanyak 13,6 persen.

Pil kontrasepsi yang saat ini digunakan adalah jenis kombinasi dimana ada komponen hormon yang ditambahkan, yaitu estrogen dan progestin.

Meskipun pil kontrasepsi menduduki peringkat ketiga dalam hal penggunaan kontrasepsi modern, masih banyak perempuan yang ragu untuk menggunakannya karena takut.

Berikut, mitos seputar pil KB yang masih berkembang di masyarakat.

1. Efek samping mual dan berat badan naik

Pil kontrasepsi ada banyak jenisnya dan terus dilakukan perkembangan untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan. Salah satunya adalah dengan melakukan penurunan dosis estrogen (etinil estradiol) dari 50 mcg ke 20 mcg. Penurunan dosis juga dilakukan pada kadar hormon progestin.

“Makin rendah kadar hormon, makin berkurang efek mual yang ditimbulkan,” ujar dr. Boy Abidin, SpOG (K), dokter spesialis obstetri & ginekologi yang menjabat sebagai Kepala SMF Obgin di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, dalam diskusi kesehatan yang bertajuk Fakta dan Mitos Pil Kontrasepsi Hormonal, di Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Sementara untuk berat badan, mereka yang semakin lanjut usianya memang akan lebih kesulitan menjaga berat badan tubuhnya. Sebab, kemmapuan hormon yang bekerja juga semakin menurun.

2. Tidak menstruasi

Saat seseorang mengalami stres, hormon ikut terganggu karena otak sebagai kontrol dari proses mentruasi. Akibat stres, maka proses ovulasi juga akan terhambat.

Sementara, saat menggunakan pil, ada impuls yang memeringatkan bahwa hormon udah cukup.

“Dinding akan cukup, tidak terlalu tebal atau tipis, sehingga menstruasi jadi teratur,” jelasnya.

3. Susah hamil

Efek pil kontrasepsi hanya 24 jam, sehingga ketika seseorang berhenti menggunakannya, maka ia bisa kembali ke siklus normal dan mencoba hamil.

4. Banyak darah menstruasi keluar

Terlalu banyak darah menstruasi yang keluar justru membuat tak nyaman dan trombosit menurun. Padahal, pil kontrasepsi menekan ovulasi agar dinding rahim tak terlalu menebal, dan hal tersebut justru membuat darah menstruasi lebih sedikit.

5. Menimbulkan jerawat

Ada beberapa jenis pil kontrasepsi yang justru mengurangi munculnya jerawat karena menekan kadar androgen dalam tubuh yang merupakan penyebab jerawat.

6. Menyebabkan kanker dan tumor abdomen

Beberapa isu menyebutkan, bahwa pemaaian pil kontrasepsi dapat memicu timbulnya kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker endometrium. Namun, beberapa penelitan menunjukkan bahwa konsumsi pil kontrasepsi tidak menimbulkan peningkatan risiko kanker payudara hingga 10 tahun pemakian, serta dapat menurunkan risiko terkena kanker ovarium dan kanker endometrium sebesar 50 persen, dan efek masih akan muncul hingga 15 tahun setelah berhenti.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat