HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jumlah Pasien Kanker Semakin Tak Terkendali

4

HARIANACEH.co.id — Jumlah pasien kanker di Rumah Sakit Dharmais dari tahun ke tahun membludak. Minimnya rumah sakit penanggulangan kanker di daerah membuat warga berbondong-bondong membawa keluarganya berobat ke Ibu Kota.

Berdasarkan data RS Kanker Dharmais, jumlah pasien kanker yang ditangani pada 2013 mencapai 93.915 orang. Jumlah itu meningkat pada 2014 menjadi 101.545 dan terus bertambah pada 2015 hingga 111.501 pasien.

MTVN
(MTVN)

Direktur Utama RS Kanker Dharmais Abdul Kadir mengatakan, peningkatan terjadi sejak berlakunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Walhasil, dalam sehari RS Dharmais bisa menangani 600 hingga 800 pasien.

“Sehari kami kedatangan 200 pasien baru. Sementara pasien lama ada sekitar 500-600 orang,” kata Abdul, Rabu (25/5/2016).

Mantan Dirut RS Sudirohusodo Makassar itu mengakui, jumlah pasien tak sebanding dengan ketersediaan kamar perawatan. RS Dharmais hanya menyediakan sekitar 350 kamar.

“Kami berencana menambah 59 kamar lagi. Jadi nanti ada sekitar 400 kamar,” ujarnya.

Menurut Abdul, membludaknya pasien di RS Dharmais karena tidak semua daerah memiliki RS kanker. “Jika setiap daerah memiliki rumah sakit kanker, sebenarnya satu RS kanker di Jakarta sudah cukup. Kalau di daerah enggak ada (RS kanker). Jakarta minimal butuh dua RS kanker,” ujar Abdul.

Rumah sakit Dharmais
Rumah sakit Dharmais (MTVN Nur Azizah)

Abdul mendukung penuh rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membangun rumah sakit kanker baru. Namun, Pemerintah DKI sebaiknya mencari lahan kosong, bukan menggunakan lahan bekas RS Sumber Waras. “Sebenarnya penting dijadikan rumah sakit kanker. Tapi sebaiknya Pemprov DKI banun buat di lahan kosong. Biar enggak jadi polemik dan pembangunan jadi tidak lama,” katanya.

Pemerintah DKI perlu memperhatikan lokasi yang tidak terlalu ramai dan tidak terlalu dekat dengan permukiman penduduk. “Karena itu banyak radioaktif. Perlu ada kajian lokasi sebelum membangun. Kalau perlu yang dekat balai pendidikan,” ujarnya.

loading...