HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kawin Paksa Salah Satu Bentuk Kekerasan Seksual

6

HARIANACEH.co.id — Badan Legislasi (Baleg) serius menyikapi kekerasan seksual yang makin marak dan sadis. Baleg sepakat mendorong Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) masuk dalam perubahan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2016.

Baleg, siang ini, menggelar rapat perdana mendengarkan keteranggan tenaga ahli terkait urgensi pengajuan RUU PKS. Baleg juga mendengarkan masukan dari komisi-komisi agar RUU PKS bisa diterima dalam Prolegnas perubahan.

“UU ini tentu tidak bisa (dibahas) secara fragmentatif, atau secara sepotong-sepotong, melihat aspek kekerasan seksualnya. Kita mesti juga cakup semuanya. Tentang pencegahan, sanksi yang adil,” kata Wakil Ketua Baleg Totok Daryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Ia menambahkan, “Misal, wacana tentang pengebirian. Apa itu cukup adil untuk anak-anak di bawah umur karena kelainan atau pengaruh minuman yang belum cukup jernih berpikir diberikan hukuman seperti itu?”

Totok menegaskan, semua orang normal pasti marah dengan maraknya tindakan kekerasan seksual itu. Namun kemarahan itu tidak harus direspons dengan melahirkan suatu kebijakan yang emosional.

“Kita sangat marah dengan berbagai kekerasan seksual. Tapi dalam UU ini harus dibuat komprehensif dan adil,” tegas dia.

Wacana Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terkait poin pemberatan hukuman yang akan dikeluarkan pemerintah dalam waktu dekat, dianggap tidak akan menganggu proses pembahasan RUU PKS.

Totok mengatakan pihaknya akan duduk bersama dengan kementerian terkait sebagai perwakilan pemerintah. Di antaranya Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Kesehatan, serta Polri dan Kejaksaan.

“Kita akan rapat kerja dengan pemerintah untuk menyepakati perubahan di Prolegnas 2016, dalam waktu dekat. Secepatnya. Minggu depan sudah Juni. Masa sidang ini harus selesai. Paling tidak harus sudah bisa dibahas di tingkat I karena ini mendesak,” beber dia.

Desakan RUU PKS ini dimasukkan ke dalam Prolegnas perubahan tahun 2016, berawal dari 39 Anggota DPR yang menyampaikan surat kepada Pimpinan Baleg pada 17 Mei 2016. Penyampaian surat itu disertai dengan naskah akademik dan naskah RUU.

Kawin Paksa

Sebanyak 39 Anggota DPR ini mempertimbangkan, setidaknya 35 perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan seksual dalam setiap harinya. Selain itu, berbagai bentuk pelecehan seksual yang ada, belum dikenal di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Adapun materi yang akan dimasukkan dalam RUU ini antara lain perluasan definisi kekerasan seksual. Tidak hanya korban yang mendapatkan penanganan, para pelaku juga akan mendapatkan rehabilitasi.

Kemudian, jenis tindak pidana kekerasan seksual ini juga disebutkan. Di antaranya adalah pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perkosaan, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, pelacuran paksa, penyiksaan seksual dan atau perbudakan seksual.

loading...