HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Masyarakat Merasa Gagah Jika Gunakan Kaus Turn Back Crime

5

HARIANACEH.co.id — Kaus kepolisian dengan logo tulisan Turn Back Crime kian populer. Kaus yang identik dengan pakaian anggota kepolisian itu jadi buruan masyarakat atau sipil.

Agus, salah seorang warga mengaku suka dengan kaus itu. Dia mengaku punya dua kaus berkerah Turn Back Crime dengan tulisan Polisi di bagian belakangnya.

“Ada warna biru dongker dan hitam. Keren saja gitu, gagah bawaannya,” kata Agus di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016).

Agus tahu kaus Turn Back Crime dari televisi. Sebab, dia kerap melihat para polisi mengenakan kaus itu saat konferensi pers atau sedang beraksi diliput media.

“Pas ada bom di Thamrin kelihatan tuh. Keren itu,” tambah Agus.

Adam Hairul Azhar, warga lainnya juga punya kaus Turn Back Crime. Selain suka dengan desainnya, karyawan perusahaan otomotif itu mengaku lebih percaya diri ketika mengenakan kaus itu.

Turn Back Crime 1
Kaus bertuliskan Turn Back Crime di salah satu gerai di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (MTVN/Arga Sumantri)

Buat Adam, polisi nampak lebih elegan dan profesional ketika mengenakan kaos itu. Tapi dia menampik ingin disebut sebagai anggota kepolisian saat mengenakan kaus itu.

“Enggak mau juga dikira polisi. Tapi pas pakai memang merasa lebih percaya diri,” kata Adam sembari menunjukkan foto-fotonya yang tengah mengenakan kaus Turn Back Crime.

Kebetulan, Adam tidak perlu membeli. Dia dapat baju itu sebagai hadiah dari kliennya seorang anggota kepolisian.

Marwan, salah seorang pedagang pakaian di Blok M Square tak menampik, kaus berkerah dengan tulisan Turn Back Crime sempat laris diburu pembeli. Menurut Marwan, puncak diburunya kaus Turn Back Crime terjadi usai ada insiden ledakan bom di Thamrin.

“Bulan-bulan kemarin banyak yang cari. Ya setelah ada bom itu,” kata Marwan.

Turn Back Crime 2
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dery Agung Wijaya menunjukan satu buah baju Turn Back Crime seragam kepolisian yang digunakan tersangka Rino Saputra, 24, untuk menipu korbannya dan membawa satu unit motor yang dijadikan barang bukti saat pers rilis di Mapolresta Bandar Lampung, Minggu (22/5, (Antara/Tommy Saputra)

Hingga kini, kata Marwan, kaos Turn Back Crime masih cukup jadi buruan pembeli. Meskipun, jumlahnya tak sebanyak dulu. Dia membanderol harga Rp75 ribu per potong untuk kaus berkerah dengan tulisan Turn Back Crime.

Kaos yang kerap dipakai anggota kepolisian itu jadi viral. Informasi yang dihimpun, kaos itu pertama kali resmi diluncurkan sejak November 2015. Kaos itu mulai jadi perbincangan sejak dipakai kepolisian Polda Metro Jaya saat menangani kasus ledakan bom di Thamrin, Jakarta Pusat.

Saat itu, polisi nampak heroik. Bukan hanya kaus yang jadi perbincangan di jagat maya, tapi tanda pagar #polisiganteng atau #Kaminaksir juga marak di jejaring sosial.

Turn Back Crime 3
Jurnalis Pontianak, Ocsya Ade memperlihatkan beberapa kaos Turn Back Crime yang dijual Rp125 ribu per buah, di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (18/1/2016). (Antara/Jessica Helena Wuysang)

Namun, ada juga yang menyalahgunakan kaus itu. Beberapa kasus kriminal yang terungkap dilakukan oleh pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi hanya dengn modal kaos Turn Back Crime.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan tak ada larangan warga sipil membeli atau menggunakan kaus itu. Tapi Badrodin berpesan kepada masyarakat tak hanya mengenakan kausnya, tapi juga mencegah tindak kejahatan.

“Jangan sampai menggunakan atribut itu untuk kejahatan,” kata Badrodin Selasa 24 Mei.

loading...