HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Menteri BUMN Evaluasi PLN Terkait Proyek 35.000 MW Lamban

5

HARIANACEH.co.id — Menteri BUMN‎ Rini Soemarno berencana mengevaluasi kinerja PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) terkait progres pembangunan proyek listrik 35 ribu megawatt (mw) yang diketahui prosesnya sangat berat.

“Kinerja PLN kami evaluasi terus. Bahkan setiap dua minggu kami tanyakan. Baik langsung ke direksinya, maupun melalui deputi (Kementerian BUMN). Bagaimana proyek 35 ribu MW tersebut,” jelas Rini, ditemui di perkantoran BI Gedung Thamrin, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Meski demikian, Rini tidak mau berkomentar jauh terkait evaluasi seperti apa yang akan dilakukan. Apalagi adanya pergantian Komisaris Utama PLN belum lama ini, setelah Kuntoro Mangkusubroto mengundurkan diri dan digantikan oleh Hasan Bisri yang merupakan mantan Wakil Ketua BPK.

Rini mengungkapkan, dari total keseluruhan 35 ribu MW, hingga saat ini mega proyek listrik yang sudah ditandatangani sebesar 17 ribu MW melalui ‎skema public partnership agreement (PPA) dengan pihak swasta.

Baca Juga

“Itu proyek power plan yang dibangun pihak swasta. Makanya hari ini, kami akan review kerja PLN terkait progres di semua provinsi. Apakah sudah kurang atau bagaimana,” tutur Rini.

Bahkan, Rini mengklaim, proyek yang baru dibangun tahun ini akan melebihi target di 2019, seperti apa yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi, perlu kalian ketahui, kalau bangun power plan itu, jika tahun ini baru dibangun, maka sekitar tiga atau bahkan empat tahun ke depan baru akan selesai,” papar Rini.

Maka dari itu, tugas PLN yang belum terselesaikan harus segera dijalankan. Apalagi banyak pembangkit listrik yang sudah dibangun dari periode-periode sebelumnya‎ sampai saat ini pun belum terselesaikan.

“Itu jadi PR PLN. Dia (PLN) harus selesaikan‎, karena ada power plan yang dibangun delapan tahun terakhir belum selesai dan kami evaluasi. PR yang dimaksud belum selesainya sambungan transmisi. Jadi beban PLN selain membangun 35 ribu MW juga bangun transmisi sepanjang 46 ribu KM. Itu jalur panjang, seperti Sumatera saja kita harus bangun 5 ribu KM. Jadi power plan disambungkan ke seluruh provinsi, dan itu pekerjaan besar,” tutup Rini.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat