HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Penjualan Ayam Kadaluarsa Berhasil Dibongkar Polisi

4

HARIANACEH.co.id — Subdirektorat Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, membongkar praktik penjualan ayam kemasan beku yang sudah kadaluarsa, di daerah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita 1,5 ton ayam kemasan beku yang sudah tidak layak konsumsi.

Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya penjualan ayam tidak layak konsumsi di daerah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Anggota kemudian melakukan penggerebekan.

“Informasi awal, ini ayam tiren. Artinya sudah mati baru dipotong. Namun setelah didalami kami amankan ayam beku kemasan ada labelnya, tapi tidak ada tanggal kadaluarsanya,” kata Adi, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/5/2016).

Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap satu tersangka berinisial SA, yang merupakan penjual ayam beku kadaluarsa.

“Kami lakukan pemeriksaan terhadap SA, ternyata ini produk PT CA yang sudah kadaluarsa. Tersangka SA, mendapatkan ayam ini dari tersangka WL,” lanjut adi.

Adi menjelaskan, anggota selanjutnya melakukan pengembangan dan menangkap tersangka WL, di daerah Kosambi, Kabupaten Tangerang.

“Hasil penyidikan, ternyata ayam ini didapat dengan cara mencuri dari gudang milik PT CA. Pencurian itu, dilakukan WL bersama tiga rekannya berinisial ED, UG dan SR. Ketiganya sudah kami amankan,” jelas Adi.

Adi menjelaskan, para pelaku yang ternyata merupakan mantan kuli angkut PT CA itu, melakukan pencurian dengan memanfaatkan kelemahan penjaga gudang.

“Memang gudang dikunci. Namun, dibuka murnya, ketika dilepas murnya pintu bisa di dorong, kemudian mereka mematikan CCTV. Selanjutnya, mengambil ayam-ayam beku itu. Setiap mencuri bisa lebih dari 1 ton,” beber Adi.

Menurutnya, ayam-ayam yang diambil para pelaku itu fisiknya sudah tidak bagus alias kadaluarsa. Kemudian, dijual ke masyarakat salah satunya tersangka SA.

“Jadi dicuri, kemudian dijual. Pembelinya ada pedagang keliling, lalu dijual kembali. SA membeli kepada pelaku dengan harga Rp18 ribu per kilogram dan dijual kembali seharga Rp22 ribu, sehingga mendapat keuntungan sebesar Rp4 ribu. Sekali beli bisa karungan. Mereka sudah tahu kalau ayam itu kualitasnya tidak bagus. Karena kalau ayam bagus, harganya Rp28 sampai Rp30 ribu,” sebut Adi.

Adi kembali mengatakan, tersangka SA sudah menjual ayam tersebut sekitar tiga tahun. Dalam penyidik, polisi juga akan mendalami apakah ada keterlibatan PT CA dalam kasus ini.

“Kami akan dalami bagaimana PT CA kok bisa lengah. Kenapa ayam kadaluarsa bisa dicuri dan dijual. Bisa jadi (PT CA mengetahui). Namun, perlu penyelidikan lebih lanjut apakah ayam kadaluarsa dijadikan satu atau tidak,” tegasnya.

Adi menegaskan, penyidik bersama dengan Balai POM Propinsi Banten juga akan melakukan penyelidikan terhadap ayam-ayam kemasan yang disimpan di gudang PT CA terkait mutu, kemasan dan sanitasi penyimpanan pangan.

“Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati dengan produk ayam yang dijual murah. Terhadap ayam kemasan harus diperhatikan label pada kemasan termasuk tanggal kadaluarsanya,” tandasnya.

Atas perbuatannya tersangka SA dijerat Pasal 140 Juncto Pasal 86 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 62 ayat 1 Juncto Pasal 8 ayat 1 huruf a Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1999 terkait perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp4 miliar.

Sementara, tersangka WL, UG, SR, dan ED dikenakan Pasal 363 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP Juncto Pasal 56 KUHP Juncto Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

loading...