HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tahap III Eksekusi Terpidana Mati Setelah Lebaran

32

HARIANACEH.co.id — Eksekusi terpidana mati tahap tiga berpotensi setelah perayaan Idul Fitri 2016. Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengharapkan eksekusi mati sebelum bulan Ramadan.

“Kami maunya cepat, soalnya nanti kan mau masuk bulan puasa. Itu juga jadi pertimbangan. Masak bulan puasa melakukan eksekusi? Persoalannya banyak terpidana yang akan dieksekusi mengajukan peninjauan kembali,” kata Prasetyo di Jakarta, Jumat 20 Mei.

Kementerian Hukum dan HAM mengatakan eksekusi terpidana mati mungkin dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, Juli nanti. “Berdasarkan hasil koordinasi terakhir, rencana eksekusi itu akan dilakukan setelah Lebaran,” ujar sumber itu, Selasa (25/5/2016).

Dia menambahkan, waktu pelaksanaan eksekusi mati mundur karena semua pihak yang terlibat harus melakukan persiapan yang betul-betul matang. “Kalau dilakukan sebelum Ramadan, waktunya mepet,” lanjut dia.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya mengatakan eksekusi mati akan diumumkan tiga hari menjelang pelaksanaan.

Hal tersebut dimaksudkan agar tidak menimbulkan kegaduhan seperti hukuman mati pengedar narkoba sebelumnya.

Sementara itu, hari ini, Pengadilan Negeri Cilacap menjadwalkan sidang peninjauan kembali yang diajukan terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis mati Freddy, Senin 15 Juli 2013, karena terbukti mengatur peredaran ekstasi sebanyak 1.412.476 butir dari penjara.

Beberapa waktu lalu, beredar nama terpidana mati yang akan dieksekusi pada tahap III, yakni Ozias Sibanda
(warga negara Zimbabwe), Obina Nwajagu (Nigeria), Fredderikk Luttar (Zimbabwe), Humprey Ejike (Nigeria), Seck Osmane (Afrika Selatan), Zhu Xu Xhiong (China), A Yam (Indonesia), Jun Hao alias A Heng alias Vass Liem
(Indonesia), Cheng Hong Xin (China), Gang Chung Yi (China), Jian Yu Xin (China), Freddy Budiman (Indonesia), Zulfikar Ali (Pakistan), Suryanto (Indonesia), Agus Hadi (Indonesia), dan Pujo Lestari (Indonesia).

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad membantah nama-nama tersebut yang akan dieksekusi. “Kami belum menentukan siapa dan kapan eksekusi mati,” kata Noor Rachmad, Jumat 13 Mei.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat