HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Berkas Jessica Dilimpahkan Ke Kejari Jakarta Pusat Pada Hari Ini

3

HARIANACEH.co.id — Penyidik Polda Metro Jaya bakal melimpahkan berkas perkara Jessica Kumala Wongso ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Proses yang diistilahkan sebagai pelimpahan tahap dua ini menjadi pintu masuk menuju persidangan tersangka atas pembunuhan Wayan Mirna Salihin.

Pengacara Jessica, Yudi Wibowo Sukinto menyatakan, pelimpahan tahap dua berkas Jessica di Kejari Jakarta Pusat dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB, Jumat (27/5/2016).

“Pelimpahan nanti pukul 09.00 WIB. Saya akan tunggu di Kejari Jakarta Pusat,” kata Yudi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti memastikan akan langsung melakukan pelimpahan tahap dua berkas Jessica hari ini. Lantaran, pelimpahan tahap dua harus dilakukan pada hari kerja dan sebelum masa tahanan Jessica habis, besok.

“Tersangka J akan kami serahkan ke jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Termasuk barang bukti ada 37 lebih dan dokumen-dokumen lain,” kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Kamis 26 Mei.

Kabar melegakan didapati penyidik Polda Metro Jaya menjelang hari-hari terakhir masa tahanan Jessica. Tepat dua hari sebelum masa tahanan Jessica habis, Kejaksaan Tinggi DKI memutuskan berkas perkara kasus kematian Mirna atas tersangka Jessica lengkap alias P21. Jessica pun bakal segera disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta M Nasrun
Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta M Nasrun (tengah) didampingi Humas Kajati DKI Jakarta Waluyo (kiri). (ANT/Reno Esnir)

Putusan berkas Jessica P21 tercantum dalam surat Kepala Kejati DKI Jakarta yang teregistrasi dengan nomor B3763011/epp/1052016 tanggal 25 Mei 2016. Surat itu memupuskan harapan Jessica menghirup udara segar.

Sebelum dinyatakan P21, berkas Jessica sudah empat kali dikembalikan ke penyidik lantaran dinilai belum lengkap. Pihak Kejati maupun penyidik Polda Metro rapat menutupi poin apa saja yang membuat berkas Jessica ‘berlubang’.

Selama Tiga kali dikembalikan Kejati DKI, pihak Polda Metro Jaya hanya menyebut kalau berkas Jessica masih kurang lengkap soal keterangan saksi ahli. Saat dikembalikan yang keempat kalinya oleh Kejati DKI, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menyatakan berkas hanya kurang kelengkapan administrasi penyidikan. Menurut Awi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta jawaban surat sekretaris bantuan hukum timbal balik dan ekstradisi dari Australia untuk dicek.

“Sesuai enggak surat yang kita kirimkan kepada Direktur Central Authority Kemenkumham,” kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 20 Mei.

Saat itu, JPU juga meminta penyidik melampirkan beberapa surat hasil penyidikan di Australia. Penyidik juga diminta melengkapi serta melampirkan surat-surat dari departemen Kejaksaan Agung Australia.

Jessica Kumala Wongso
Jessica Kumala Wongso saat rekonstruksi kejadian di TKP. (ANT/Widodo Jusuf)

Mirna meninggal usai meminum es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu 6 Januari. Hasil uji di laboratorium Polri diketahui lambung Mirna mengandung zat sianida.

Mirna diduga dibunuh. Saat di Kafe Olivier, Mirna bersama dua teman kuliahnya di Australia, Jessica dan Hani. Polisi kemudian menetapkan Jessica sebagai tersangka pada Jumat malam 29 Januari. Jessica diduga menuang sianida ke kopi yang diminum Mirna. Sabtu 30 Januari Jessica resmi menghuni rumah tahanan Polda Metro Jaya.

loading...