HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Megawati: Bangsa Indonesia Mulai Kehilangan Arah

5

HARIANACEH.co.id — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar Pancasila jangan hanya berhenti pada ucapan melainkan juga harus diamalkan. Terlebih, menurut Mega, saat ini bangsa Indonesia mulai kehilangan arah.

Hal itu diungkapkan Mega dalam sambutannya di acara Bulan Bung Karno & HUT PDI P ke-43 di Jakarta Convention Center, Sabtu 4 Juni 2016. Dalam acara yang mengambil tema Bung Karno dalam Seni & Budaya, secara khusus menyuguhkan seni dan budaya bangsa mulai tari, puisi, dan paduan suara. Tak lupa juga diisi dengan dentuman musik rock bertema nasionalis oleh Rodinda, band besutan putra Mega, Prananda Prabowo.

“Banyak orang mengatakan ke saya apakah Pancasila hanya di awang-awang bu? Saya katakan tidak, (tetapi) karena memang hari-hari ini Indonesia menurut saya mulai kehilangan arah karena betul hanya mendengar Pancasila diucapkan saja,” ujar Megawati menjelaskan.

Untuk membumikan Pancasila agar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kehidupan partai, Megawati menyebut PDI P telah secara tegas dalam kongres menyatakan Pancasila sebagai ideologi PDI P. Dengan demikian, seluruh anggota, kader, dan simpatisan PDI P wajib menggelorakan Pancasila ke rakyat Indonesia secara menyeluruh sebagai ideologi dan perekat bangsa Indonesia.

“Pancasila sebagai filosofi dasar jadi bintang penerang, kalau diperas jadi gotong royong,” tukasnya.

Untuk mewujudkan gotong royong sehingga membumi, Megawati menyebut ada tiga hal yang harus dilakukan yakni berdaulat secara politik, berdikari tetapi tidak menutup kerja sama dengan negeri lain, dan berkepribadian dalam bidang budaya.

Mega pun bercerita saat panitia ingin mengadakan acara tersebut, ia mengusulkan agar menonjolkan musik rock atau hip hop yang digemari anak muda, tetapi juga diisi budaya asli Indonesia.

“Mereka (panitia) kaget ‘itu kan bukan budaya kita’ saya bilang tidak apa-apa anak muda tidak tertarik kalau bukan rock dan hip hop, lalu kita tunjukkan seperti apa budaya Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan jika budaya Indonesia seperti gamelan yang saat ini lebih banyak dipelajari bangsa asing, merupakan sesuatu yang perih. Ia berpesan sejauh apapun rakyat Indonesia berkelana, tetapi jangan sampai melupakan akar budaya bangsa.

“Kita boleh untuk mengetahui wawasan mendunia tapi jangan sekali-kali melupakan tanah air kita, Indonesia,” tutup Megawati.

Ketua Pelaksana acara tersebut, Aria Bima menyatakan Indonesia harus bersyukur jika Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinekka Tunggal Ika tetap utuh sejak jaman Presiden Soekarno hingga Jokowi.

“Pancasila sebagai lem perekat dalam kehidupan Indonesia yang sangat plural dan majemuk, dimana kita harus mensyukuri,” kata Aria.

Dalam acara ini turut hadir Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menaker Hanif Dhakiri, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Bappenas Sofyan Djalil dan Ketua DPR Ade Komarudin.

Hadir pula Ketum PPP Romahurmuziy, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, politikus Golkar Fadel Muhammad, dan politikus Demokrat Ruhut Sitompul.

loading...