HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Dirjen Perhubungan Udara Segera Dipanggil Bareskrim

10

HARIANACEH.co.idBareskrim Polri masih selidiki laporan manajemen Lion Air terhadap Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo. Suprasetyo dilaporkan pasca menjatuhkan sanksi kepada Lion Air yang salah menurunkan penumpang international.

Kabag Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, Bareskrim masih berupaya mengumpulkan sejumlah alat bukti dan keterangan para saksi. Martinus menyampaikan, Bareskrim akan memanggil Suprasetyo dalam waktu dekat.

“Kami masih dalami kasus tersebut. Penyelidik masih mengumpulkan keterangan dari 17 saksi,” kata Martinus di Mabes Polri, Jalan Turnojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/6/2016).

Kasus ini bermula ketika pada Selasa, 10 Mei 2016 lalu. Saat itu, sejumlah pilot pada beberapa rute penerbangan melakukan aksi mogok terbang sehingga, terjadi penumpukan penumpang. Masih di hari yang sama, sopir penjemput penumpang Lion Air JT-161 dari Singapura salah menurunkan penumpang.

Sopir menurunkan penumpang ke Terminal Domestik 1B yang seharusnya diturunkan di Terminal Internasional 2B. Di hari berikutnya, Rabu, 11 Mei 2016, Dirjen Perbubungan Udara Suprasetyo mengeluarkan surat pembekuan rute baru selama enam bulan.

Beberapa hari kemudian, 17 Mei 2016 Suprasetyo mengelurkan surat pembekuan izin kegiatan PT Lion Group di Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam laporannya, Kuasa Hukum Lion Air Harris Arthur Hedar mengatakan, surat pembekuan izin yang dikeluarkan Suprasetyo tidak sesuai dengan aturan. Pasalnya, sebelum mengeluarkan surat pembekuan harus didahului dengan peringatan atau teguran.

Sebab itu, maskapai Lion Air melaporkan Suprasetyo menyalahgunakan wewenang. Laporan dimasukkan dalam Pasal 421 Undang-undang penerbangan.

“Seorang pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan,” bunyi pasal tersebut.

loading...