HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Empat Polisi Ajudan Nurhadi Segera Dijemput Paksa Oleh KPK

8

HARIANACEH.co.id — Empat polisi ajudan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman kembali mangkir dari panggilan penyidik KPK. Selanjutnya, penyidik akan menjemput mereka secara paksa.

Anggota Korps Bhayangkara tersebut adalah Brigadir Ari Kuswanto, Brigadir Dwianto Budiawan, Brigadir Fauzi Hadi Nugroho, dan Ipda Andi Yulianto. Mereka sedianya diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengajuan peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari ini.

“Karena ini panggilan kedua, maka selanjutnya akan disertai dengan penjemputan paksa,” kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di kantor KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2016).

Menurut dia, empat polisi akan diperiksa untuk tersangka Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga, Doddy Aryanto Supeno. Yuyuk memaparkan, mereka diduga mengetahui dugaan keterlibatan Nurhadi dalam perkara suap ini. “Apa yang dilakukan oleh dia (Nurhadi) terkait dengan kasus ini,” jelas Yuyuk.

Kasus suap pengurusan perkara ini terungkap dari operasi tangkap tangan pada 20 April. KPK menangkap panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan Doddy Aryanto Supeno.

Saat ditangkap, Edy diduga telah menerima uang sebesar Rp50 juta dari Doddy. Sebelumnya, dia diduga menerima Rp100 juta dari Doddy.

Usai penangkapan itu, KPK menggeledah sejumlah tempat, termasuk kantor dan rumah Nurhadi. Penyidik menemukan uang asing senilai Rp1,7 miliar. Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif menyebut, uang tersebut diduga terkait suatu perkara.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat