HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kemenpora Diminta Benahi Manajemen Pasca Hasil Audit BPK Buruk

2

HARIANACEH.co.id — Komisi X meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk membenahi menajemen internal. Hal itu dilatarbelakangi hasil audit Kemenpora oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dinilai buruk. BPK memberikan memberikan penilaian/opini disclaimer (tidak memberikan pendapat).

Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya mengatakan, pembenahan utama yang harus dilakukan ‎yaitu pengelolaan keuangan negara, khususnya dalam proses pengadaan barang/jasa, serta mekanisme pembayaran.

“Yang sesuai standar sistem akuntasi dan peraturan perundang-undangan,” kata Riefky, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Politikus Demokrat itu meminta agar Kemenpora konstruktif menerima hasil audit tersebut. Kemenpora tidak perlu mencari alasan atas prestasi buruk kinerjanya dalam pengelolaan penggunaan keuangan negara.

‎”Kami mendesak Menpora untuk konstruktif dalam menyikapi hasil audit ini‎,” ucap Riefky.

Riefky menilai, pernyataan yang disampaikan Kemenpora mengkritisi penilaian yang diberikan oleh BPK tidak berdasar. Kemenpora beralasan, predikat ‘disclaimer’ yang diterimanya dikarenakan perhitungan saldo aset P3SON Hambalang.

Disampaikan Riefky, alasan tersebut hanya untuk menutupi rasa malu dan ketidakpahaman Kemenpora dalam menyikapi penilaian BPK. Padahal, dengan permasalahan yang sama dan dengan kondisi kelengkapan dokumen dan saldo aset yang sama, Kemenpora berhasil meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Sikap spontan menutupi rasa malu dan ketidakpahaman masalah,” ujar Riefky.

Kemenpora merupakan satu dari empat Kementerian/Lembaga yang mendapat penilaian disclaimer. Selain Kemenpora, ada Kemensos RI, TVRI, dan Komnas HAM RI.‎ Penyampaian penilaian tersebut disampaikan oleh BPK di hadapan Presiden Joko Widodo pada Senin, 6 Juni 2016.

loading...