HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemotongan Anggaran APBN Pengaruhi Kinerja BNN

5

HARIANACEH.co.id — Pemotongan anggaran Badan Narkotika Nasional (BNN) sebesar Rp68 miliar dalam APBNP 2016 diakui mempengaruhi kinerja BNN. BNN membutuhkan peralatan yang canggih untuk melawan narkoba yang peredarannya semakin canggih.

“Kalau diberikan segitu kita gunakan semaksimal mungkin. Contoh, kemarin banyak penindakan maka dana untuk setahun hanya cukup 6 bulan,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2016).

Pria yang akrab disapa Buwas ini mengakui, kebijakan itu sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penghematan atau Pemotongan Anggaran Kementerian atau Lembaga. Buwas memahami dengan kondisi keuangan negara saat ini.

BNN telah mengevaluasi semua kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan agenda pemberantasan narkoba. Dari hasil evaluasi, BNN membutuhkan peralatan yang canggih untuk melawan peredaran narkoba yang kemampuannya sudah jauh meningkat dengan berbagai modus baru dan peralatan yang lebih baik.

“Kita perlu kekuatan peralatan yang relatif mahal. Tapi kita asas prioritas, mana alat yang paling prioritas,” ujarnya.

Pelatihan K-9
Pelatihan K-9, (Antara/Jessica Helena Wuysang)

Buwas mengungkapkan, kekuatan BNN terbatas. Seperti mengungkap kasus di pelabuhan atau bandara, ternyata peralatan x-ray yang dimiliki BNN tidak mampu mendeteksi penyelundupan narkoba.

“Ternyata K-9 (anjing pelacak) yang mampu mengungkap. Jadi membentuk kekuatan sulit dan mahal. Maka kita sedang cari solusi,” katanya.

Buwas juga mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp741 miliar. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan BNN dalam memerangi narkoba.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Wihadu Wiyanto menyayangkan pemotongan anggaran terhadap BNN. Ia khawatir pengurangan itu akan meningkatkan kriminalitas.

“Bisa terjadi hal yang tidak kita inginkan, karena barang bukti di BNN barang bukti panas yang bisa jadi uang dengan secepatnya. Bisa menjual barang bukti itu untuk menutup anggaran,” kata dia.

Ia tak ingin BNN yang harusnya memberantas narkoba justru menjadi bandar karena kekurangan anggaran. Untuk itu, ia berharap permintaan penambahan anggaran ini dapat diterima. “Yang kita tolak adalah pemotongan. Tanpa pemotongn dan harusnya ada penambahan,” ujar Wihadu.

Hal senada diutarakan anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang. Ia tidak setuju anggaran BNN dipangkas.

“Saya tidak bisa terima anggaran penegakkan hukum dikurangi. Karena kinerja berbasis anggaran, tidak ada alasan fungsi penegakan hukum dikurangi,” kata dia.

loading...