HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tinggal Hitungan Hari, Jessica Jalani Sidang Pertama

6

HARIANACEH.co.id — Berkas perkara Jessica Kumala Wongso sudah diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Dalam waktu dekat, tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin ini akan menjalani sidang pertamanya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat Hermanto mengatakan, pihaknya telah menyerahkan berkas tersebut ke PN Jakarta Pusat, Rabu 8 Juni siang. “Sudah hari ini diserahkan ke PN. Tadi jaksa penuntut umumnya sudah melaporkan ke saya,” kata Hermanto di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2016).

Kendati demikian, pihak kejaksaan belum menentukan tuntutan untuk Jessica. Ia menyampaikan, waktu persidangan Jessica tinggal menghitung hari. Saat menyelesaikan berkas perkara kasus kopi maut, Hermanto mengaku tidak menemukan kesulitan yang berarti.

“Tidak ada kesulitan apapun karena berkas dari Polda Metro Jaya sudah lengkap. Sekarang tinggal nunggu penetapan waktu sidangnya saja,” tuturnya.

Jessica Kumala Wongso
Jessica Kumala Wongso, (Metro TV)

Sebelumnya, setelah beberapa kali berkas perkara Jessica ditolak oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta lantaran belum lengkap, Kejati DKI akhirnya menyatakan berkas perkara Jessica lengkap atau P21.

Diketahui, Mirna semaput usai menyeruput kopi, Rabu 6 Januari. Menurut keterangan Marwan, 31, karyawan Olivier Cafe, tempat korban memesan kopi, Mirna bersama temannya Hani datang sekitar pukul 17.00 WIB. Di kafe tersebut sudah menunggu Jessica alias Siska yang datang sekitar pukul 16.09 WIB.

Sebelum Mirna dan Hani tiba, Jessica sudah memesan tiga minuman. Satu cangkir es kopi Vietnam untuk Mirna. Sementara Jessica dan Hani menikmati koktail. Setelah satu kali sedot, Mirna semaput. Korban sempat dilarikan ke klinik mal, sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Belakangan, Polisi menetapkan Jessica sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Mirna. Jessica ditangkap ketika kabur ke sebuah hotel di Jakarta. Jessica disangka melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Dengan Sengaja dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat