HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Universitas Islam Internasional Indonesia Segera Dibangun Pemerintah

32

HARIANACEH.co.id — Pemerintah sedang menyiapkan draf Keputusan Presiden terkait pendirian Universitas Islam Internasional di Indonesia. Universitas ini merupakan bentuk kontribusi kepada peradaban Islam di dunia.

“Sumbangsih yang jauh lebih siginifikan dalam menata peradaban dunia,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai rapat di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016).

Sebagai negara dengan penduduk muslim yang sangat banyak, Universitas tersebut diharapkan menjadi gerbang bagi guru besar dunia dan peneliti studi Islam untuk mengenal peradaban Islam di Indonesia. Setidaknya, kata Lukman, nilai agama yang berkembang di Indonesia bisa menjadi model dan acuan bagi masyarakat dunia dalam kehidupan sehari-sehari.

Lukman menegaskan, Indonesia memiliki pengalaman cukup panjang dalam penerapan nilai Islam. Ia pun yakin, pengalaman tersebut bisa diinsitutisionalisasikan melalui perguruan tinggi bertaraf internasional.

“Itu nanti bisa menjadi bagian dari dunia, untuk ikut mendalami dan mencermatinya,” jelas Lukman.

Lokasi pendirian universitas di pinggiran Jakarta telah dijajaki. Nantinya, universitas berada di bawah Kementerian Agama yang melibatkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Luar Negeri.

“Karena ini juga bagian dari misi diplomasi Indonesia bagi dunia terkait dengan peradaban Islam,” jelas Lukman.

Rapat koordinasi yang diadakan di Kantor Wakil Presiden dihadiri Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Natsir, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.

Keinginan Memiliki Kebanggaan

Indonesia telah memiliki beberapa perguruan tinggi Islam, baik sekelas sekolah tinggi hingga universitas. Namun, keberadaan perguruan tinggi itu tak membuat pemerintah puas.

Pemerintah merasa perlu mendirikan universitas Islam bertaraf internasional untuk memenuhi kepuasaanya. Salah satu tim perumus pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia Komarudin Hidayat memberikan analogi sederhana terkait masalah ini.

“Kalau Anda punya mobil dengan merk Camry, apa salahnya punya mobil sekelas Mercedes dan Alphard?” kata Komarudin.

Komarudin menjelaskan, pembentukan universitas ini merupakan gagasan pemikir muslim untuk memberikan diplomasi kultural dan intelektual kepada dunia. Selain itu, tambah Komarudin, sudah saatnya pemikir Islam berkumpul dan membicarakan fenomena yang terjadi di negeri sendiri.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah melanjutkan, selama ini pengenalan terhadap peradaban Islam dan budaya Indonesia dibaca dari literatur yang ditulis pemikir asing. Ada banyak doktor dan profesor asing yang melakukan penelitan di Indonesia.

Hal ini menjadi landasan untuk mendirikan universitas Islam dengan taraf internsional ini. Tak hanya universitas, pemerintah juga akan mendirikan lembaga riset sebagai pelengkap.

“Kerjasama lembaga dunia, profesor asing nanti datang ke sini, mahasiswa asing datang ke sini. Jadi kalau selama ini kita banyak mengirim orang belajar ke Arab, Timteng, dan Eropa. Sekarang kita balik menjadikan Indonesia sebagai kiblat studi,” jelas Komarudin.

Komarudin percaya diri dengan rencana itu. Kata dia, Indonesia memiliki sejarah panjang tentang perkembangan Islam.

“Dan lembaga ini sebagai tempat riset, dialog, seminar tingkat nasional maupun internasional. Jadi ini memperkuat apa yang ada di Indonesia,” pungkas Komarudin.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat