HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Markas ISIS di Sirte Dimasuki Pasukan Libya

4

HARIANACEH.co.id — Pasukan Libya yang loyal terhadap pemerintah memasuki Sirte, kota pesisir yang dijadikan markas besar oleh kelompok militan Islamic State (ISIS).

Brigadir Jenderal Mohammed Ghasri mengatakan pasukan telah menguasai sebuah jembatan krusial di Sirte, yang biasa digunakan militan sebagai lokasi menggantung jasad musuh. Jembatan ini hanya berjarak lima kilometer dari pusat kota dan lapangan Zafrana.

Sirte adalah satu-satu kota di luar Suriah dan Irak yang dikuasai ISIS. Kota ini disebut-sebut akan menjadi lokasi pelarian ISIS, jika seandainya kalah dari pasukan koalisi Amerika Serikat di Suriah dan Irak.

Dalam beberapa pekan terakhir, ISIS berusaha keras menghalau serangan koalisi, termasuk di kota Fallujah, Irak dan di provinsi Aleppo serta Raqqa, Suriah.

ISIS berpawai di jalanan Libya
ISIS berpawai di jalanan Libya

Ghasri mengatakan pertempuran melawan ISIS pada Rabu (8/6/2016) menewaskan lima prajurit dan melukai 25 lainnya.

Petinggi militer lainnya mengatakan pasukan Libya, yang sebagian besar pejuang dari kota Misrata, hanya sendiri mendapat perlawanan dari ISIS dalam beberapa hari terakhir.

Pesawat tempur telah membantu pergerakan pasukan Libya, dengan membombardir posisi ISIS dan menghancurkan beberapa kendaraannya.

Saat ini pasukan Libya sedang bergerak ke markas ISIS di Sirte, yakni di gedung pusat konvensi Ouagadougou.

ISIS dan ekstremis lainnya mengeksploitasi kekacauan di Libya setelah tergulingnya Muammar Gaddafi pada 2011. Sejumlah pihak khawatir berkuasanya ISIS di Libya dapat membahayakan benua Eropa karena jaraknya yang tidak terlalu jauh.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time