HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Media Pembelajaran Antikorupsi Berbasis Online Diterbitkan KPK

11

HARIANACEH.co.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan media pembelajaran antikorupsi berbasis internet. Media tersebut yakni portal Anti Corruption Learning Center (ACLC) yang bisa diakses melalui www.aclc.kpk.go.id.

Dalam laman tersebut, diharapkan masyarakat bisa mengakses sejumlah modul pembelajaran elektronik. Misalnya modul ‘konflik kepentingan’, di mana pengakses bisa belajar mengidentifikasi suatu kegiatan. Apakah berpotensi terjadi benturan kepentingan atau tidak. Hal itu bisa dipelajari dari beragam contoh kasus konflik kepentingan yang ditampilkan.

“Modul pembelajaran antikorupsi akan terus diperkaya dengan materi yang beragam,” ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief saat melaunching ACLC di Auditorium Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2016).

Syarief mengharapkan, materi-materi dalam ACLC ini bisa dioptimalkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Di samping juga diharapkan dapat mendongkrak kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap upaya pemberantasan korupsi. Selain untuk masyarakat, laman ini juga, kata Syarief, bisa dijadikan alat guna mendidik orang-orang di internal KPK.

“Mendidik orang KPK sendiri, mendidik masyarakat umum, bisa pemerintah, private sektor, anak sekolah, siapa saja,” ujar Syarief.

Peluncuran website ini juga dihadiri Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Kang Emil yang menjadi salah satu tamu undangan menambahkan tentang media pembelajaran antikorupsi. Dia juga berbagi soal aplikasi Bandung Smart City.

Ridwan sepakat media pendidikan dalam bentuk maya ini bisa lebih efektif menjangkau masyarakat yang lebih luas. Ridwan mencontohkan dengan adanya aplikasi Bandung Smart City, dia menjadi tahu dan bisa melakukan evaluasi bawahannya yang bekerja tidak beres. Apalagi, terhadap oknum yang melakukan korupsi atau pungutan liar.

“Kalau dulu kita blank (permasalahan di perkotaan). Sekarang adanya aplikasi ini sangat membantu saya. Saya sudah memecat camat, lurah hasil evaluasi dari aplikasi ini. Dari laporan masyarakat ini saya jadi tahu mana yang tidak beres, mana yang korupsi, mana yang pungli,” ucap Ridwan.

Pada laman www.aclc.kpk.go.id masyarakat bisa mengakses sejumlah modul pembelajaran elektronik. Antara lain modul ‘Konflik Kepentingan’, di situ pengakses bisa belajar mengidentifikasi suatu kegiatan. Apakah berpotensi terjadi benturan kepentingan atau tidak melalui beragam contoh yang ditampilkan

Ada pula pembelajaran tentang seluk beluk gratifikasi, batasan gratifikasi hingga berbagai aturan tentang gratifikasi. Modul-modul itu disajikan dalam bentuk contoh kasus, ilustrasi dan permainan biar mudah dipahami.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat