HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pengeboman Istanbul, Militan TAK Klaim Bertanggungjawab

3

HARIANACEH.co.id — Kelompok militan Kurdi yang menyebut dirinya Kurdistan Freedom Falcons (TAK), mengklaim bertanggungjawab dalam bom mobil di pusat Kota Istanbul. Insiden ini menewaskan 11 orang.

Selain mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut, kelompok TAK mengeluarkan peringatan bahwa Turki tidak aman bagi wisatawan asing.

TAK,-yang merupakan kelompok pecahan Partai Pekerja Turki (PKK)- mengatakan bahwa serangan pada Selasa 7 Juni itu sebagai aksi balas dendam terhadap operasi militer Turki di wilayah tenggara yang didominasi etnis Kurdi.

“Serangan itu dilakukan untuk melawan semua serangan dari pihak Turki di wilayah Nusaybin dan Sirnak serta beberapa tempat lainnya,” pernyataan pihak TAK, seperti dikutip AFP, Jumat (10/6/2016).

Bom yang menghantam Istanbul Selasa 7 Juni
Bom yang menghantam Istanbul Selasa 7 Juni, (Reuters)

Kelompok yang sebelumnya mengklaim mengebom bandara internasional kedua di Istanbul, memperingatkan kepada wisatawan untuk tidak mengunjungi Turki. Peringatan itu diutarakan agar wisatawan lebih mementingkan keamanan diri.

“Kembali kami memperingatkan wisatawan yang berada di Turki dan yang ingin mengunjungi Turki, warga asing bukan target serangan kami tetapi Turki bukan negara yang aman untuk mereka,” tegas ancaman itu.

Bagi pihak TAK, serangan di Istanbul dianggap sebagai aksi pengorbanan. Mereka menyebut serangan itu sebagai bom bunuh diri, namun tidak memberikan detail lebih.

Ledakan tersebut juga menghantam Distrik Vezneciler, antara markas besar pemerintah daerah setempat dan Universitas Istanbul. Serangan ini juga menghancurkan jendela toko-toko sekitar.

Kehancuran akibat bom meledak di Turki
Kehancuran akibat bom meledak di Turki, (Reuters)

Sebelumnya pada April 2016, bom mobil meledak di Turki, tepatnya di wilayah Diyabakir. Bom ini menewaskan tujuh anggota polisi dan melukai sekitar 27 orang lainnya.

Bom mobil tersebut meledak di sebuah tempat parkir dan juga diledakkan dengan kendali jarak jauh. Menurut laporan, warga sipil juga ikut menjadi korban insiden tersebut.

loading...