HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemilihan Kapolri, Inilah Waktu yang Tepat

7

HARIANACEH.co.id — Ketua Perhimpunan Magister Hukum Indonesia Fadli Nasution mengatakan sekarang waktu yang tepat bagi anggota Dewan memilih kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti. Sebab, suhu politik di Tanah Air dinilai dalam kondisi stabil.

“Sekarang kondisi perpolitikan stabil, tidak seperti yang sebelumnya ada kegaduhan politik. Kondisi politik yang stabil ini perlu dipertimbangkan untuk regenerasi (di Polri),” kata Fadli di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/6/2016).

Menurut dia, pergantian kapolri jadi polemik ketika melibatkan lembaga politik. Keterlibatan Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan Tingkat Tinggi menjaring calon kapolri membuat nama calon berkembang luas, bahkan ada nama yang hampir pensiun diusulkan mengantikan Badrodin.

Fadli mengatakan, di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, calon kapolri harus melalui penelusuran KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hal ini diharapkan mencegah polemik ketika ada harta calon kapolri di luar kewajaran.

“Sekarang itu presiden yang usulkan ke DPR agar mendapatkan persetujuan. Ini lagi-lagi jadi persoalan politik baik di dalam internal Kepolisian maupun di luar Kepolisian,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, Badrodin merupakan kapolri produk kegaduhan politik. Ia menjabat per 17 April 2015 atau sejak Presiden Joko Widodo memberhentikan dengan hormat Jenderal Sutarman sebagai Kapolri pada 16 Januari 2015.

Pada 18 Februari 2015, Badrodin diajukan sebagai calon tunggal kapolri, menyusul keputusan Presiden Jokowi tidak melantik Komjen Budi Gunawan menjadi kapolri. Budi batal dilantik karena tersandung kasus dugaan korupsi di KPK.

Pada 16 Januari 2015 hingga 17 April 2015, Badrodin ditunjuk Presiden Jokowi menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kapolri yang melaksanakan tugas sehari-hari kapolri hingga pelantikan kapolri definitif dilaksanakan.

“Akhirnya, Pak Badrodin yang kapasitasnya sebagai Wakapolri jadi kapolri definitif. Tapi sekarang kan tidak gaduh, makanya perlu untuk melakukan regenerasi kapolri,” ujar Fadli.

Pada 24 Juli 2016, Badrodin tepat berusia 58 tahun. Merujuk Pasal 30 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri yang menyebutkan bahwa usia pensiun maksimum anggota polisi adalah 58 tahun. Dengan begitu Badrodin harus melepas jabatannya.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat