HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sejumlah Sektor Inggris dan Uni Eropa Segera Dilemahkan Brexit

5

HARIANACEH.co.id — Brexit (Britain Exit) atau keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa (UE) akan menjadi perubahan terbesar dalam sejarah UE jika hal tersebut benar-benar terjadi.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (11/6/2016), ini akan menjadi pertama kalinya sebuah negara meninggalkan UE. Para pengamat mengatakan Inggris dan UE sendiri akan merasakan dampak yang cukup besar jika hengkang dari UE.

1. Ekonomi
Ekonomi Inggris merupakan ekonomi terbesar di UE, setelah Jerman. Brexit akan menjadi bencana untuk sektor ekonomi Inggris dan UE sendiri. Ekonomi Inggris tentu terintegrasi erat dengan seluruh negara Eropa. Brexit akan ‘melumpuhkan’ perekonomian Inggris.

2. Diplomasi
Inggris adalah pemain diplomatik penting di Eropa. “Kebijakan luar negeri UE tidak lepas dari peran Inggris,” ujar salah satu pengamat dari Inggris. Tanpa Inggris, kata dia, UE akan kehilangan salah satu negara yang memiliki pandangan global secara alami.

Inggris sendiri memiliki 123 Kedutaan Besar di seluruh dunia. UE akan kehilangan kekuatan yang cukup kuat dengan keluarnya Inggris dari UE.

Jam Big Ben, ikon kota London
Jam Big Ben, ikon kota London, (CNN)

3. Militer
Militer Inggris cukup menonjol di UE. Inggris juga menonjol dalam kesediaannya untuk menggunakan kekuatan militer di luar negeri.

“UE tanpa Inggris tentu akan menjadi kurang kuat dan itu bukan hal yang baik,” lanjutnya.

4. Ideologi
Ada keseimbangan ideologi dari Inggris dalam keanggotaan UE. Semua hal-hal baik yang telah membuat UE besar dan organisasi yang lebih baik akan rusak oleh adanya Brexit. Hal itu juga dipengaruhi dengan adanya wakil Inggris di Dewan dan Parlemen Eropa.

5. Kesatuan
Para pengamat berpendapat, jika salah satu anggota kunci dari UE keluar, secara otomatis negara yang lain pun akan berpikir ‘apakah negaranya layak masih berada di sini’.

Hal tersebut akan terlihat sangat buruk di dunia internasional. Bahkan, Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman, Jepang, Kanada dan Italia pun mendesak Inggris untuk tidak pergi meninggalkan UE.

loading...