HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Gangguan Kecemasan Lebih Rentan Serang Perempuan

14

HARIANACEH.co.id — Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa secara umum, perempuan dan orang berusia dewasa muda paling sering mengalami kecemasan.

Perempuan dua kali lipat lebih banyak mengalami kecemasan dibandingkan pria, demikian tulis studi yang dipublikasikan dalam jurnal Brain and Behaviour tersebut.

“Perbedaan gender memengaruhi bagaimana zat kimia bekerja di otak dan fluktuasi hormonal. Selain itu, ini juga berkaitan dengan cara perempuan dan laki-laki dalam mengatasi stres,” ujar Olivia Remes, pemimpin penelitian dan kandidat doktoral di Unvrsity of Cambridge, Inggris.

Kecemasan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jenis kelamin, umur, budaya, dan kelompok bergaul.

Di samping itu, kecemasan juga memiliki korelasi dengan beberapa jenis stres, kehamilan, atau kecanduan. Dalam hal ini, prevalensi kegelisahan pada perempuan hamil dan setelah melahirkan lebih tinggi. Sementara, ketergantungan obat anti nyeri (sejenis opioid) juga meningkatkan risiko kegelisahan.

“Studi kami menunjukkan kelompok mana yang paling mungkin menderita gangguan kecemasan, sehingga sumber daya pelayanan kesehatan, skrinning dan upaya pengobatan dapat diarahkan pada kelompok berisiko tinggi,” kata Remes.

Sejauh ini, gangguan kecemasan belum mendapat prioritas dalam penelitian kesehatan mental, maupun penelitian secara umum. Selama ini, penelitian lebih difokuskan pada depresi. “Padahal, kecemasan tak kalah penting, yang bisa berkontribusi pada meningkatnya angka bunuh diri,” tambah Remes, memberi penekanan.

Remes dan rekan-rekannya di Inggris telah menganalisis 48 karya ilmiah mengenai gangguan kecemasan yang diderita masyarakat berbagai belahan dunia selama periode 1990-2015.

Diperoleh kesimpulan, mereka yang berusia kurang dari 35 tahun di Amerika Utara dan Eropa Barat cenderung mengalami kecemasan. Penduduk yang mengalami kecemasan terbanyak terdapat di Amerika Utara, sementara terendah berada di Asia Timur.

Sekitar 1 dari 10 orang dewasa dengan penyakit kardiovaskular di negara barat juga lebih mungkin mengidap gangguan kecemasan umum. Hal serupa dialami pasien multiple sclerosis, yang mana 1 dari 3 pasien memiliki gangguan kecemasan.

Secara global, 4 dari 100 orang di dunia mengalami gangguan kecemasan.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat