HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Inilah Lima Jenis Makanan Pemicu Inflamasi

10

HARIANACEH.co.id — Inflamasi atau peradangan adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan banyak orang.

Peradangan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengirim sel-sel darah putih ke lokasi infeksi atau cedera, yang pada akhirnya menimbulkan rasa sakit atau bengkak pada bagian tubuh tertentu.

“Banyak hal yang menyebabkan inflamasi atau peradangan, mulai dari genetik, polusi, stres, hingga makanan yang dikonsumsi,” jelas Cindy Geyer, MD, direktur medis di Canyon Ranch, Lenox, Massachusetts.

Untuk poin terakhir, Cindy menjabarkan beberapa makanan yang berisiko memicu inflamasi.

1. Minyak sayur
Minyak sayur, seperti minyak jagung, minyak kedelai, dan minyak biji bunga matahari memiliki konsentrasi asam lemak omega-6. Meski penting dalam pembentukan hormon, asam lemak omega -6 riskan menyebabkan inflamasi. Berbeda dengan asam lemak omega-3 yang anti inflamasi. Asam lemak omega-3 ada pada makanan laut.

2. Sirup Agave
Sirup agave adalah pemanis yang berasal dari tumbuhan agave. Sirup ini lebih manis dibandingkan gula atau madu. Namun, pemanis ini mengandung 85 persen fruktosa yang hanya bisa dipecahkan oleh sel hati. Hal tersebut adalah beban bagi fungsi hati yang lama-kelamaan akan memicu peradangan.

3. Anggur merah
Konsumsi normal alkohol (1,5 gelas untuk perempuan dan 2 gelas untuk laki-laki) terbukti menurunkan kadar C-reaktive protein (CRP)–indikator peradangan pada tubuh. Namun sebaliknya, jika dikonsumsi melebihi takaran tersebut, alkohol akan meningkatkan kadar CRP.

4. Daging merah
Daging merah merupakan sumber protein yang baik, serta tinggi kandungan vitamin B, zat besi, zinc, dan nutrisi penting lainnya. Namun, lemak jenuh yang terdapat dalam daging merah dapat menyebabkan inflamasi karena memberi efek negatif pada lapisan usus.

“Kerusakan lapisan usus dapat membuat bakteria keluar dari usus melalui lubang kecil ke aliran darah,” papar Cindy.

5. Konsumsi berlebih
Peradangan tak hanya bicara tentang apa yang Anda makan, tetapi berapa banyak makanan yang Anda konsumsi. Artinya, jika Anda mengkonsumsi kalori berlebihan, meskipun dari makanan sehat, bisa meningkatkan risiko inflamasi.

loading...