HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Penerapan Accrual Accounting, Pemerintah Terkendala SDM

14

HARIANACEH.co.id — Pengamat pemerintahan dari Universitas Indonesia Ratna Wardhani mengatakan, ada perubahan ke arah positif semenjak pemerintah menerapkan accrual accounting (akuntansi berbasis akrual) di 2015. Kemajuan terlihat meski belum semua pemerintah daerah menerapkan accrual accounting sepenuhnya.

Ratna mengungkapkan, banyak pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga mendapat peningkatan opini dalam laporan keuangannya setelah accrual accounting diterapkan.

“Yang dapat opini disclaimer makin sedikit,” kata Ratna dalam diskusi Perspektif Praktis dan Teoritis Good Governance dalam Pencegahan Fraud di Universitas Mercu Buana, Jalan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Minggu (12/6/2016).

Meski demikian, penerapannya masih menemukan kendala. Ratna menjelaskan, faktor utama menjalankan accrual accounting ialah ketersedian sumber daya manusia (SDM). Saat ini masih sedikit Sarjana Akuntansi yang berminat masuk pemerintahan.

“Berapa persen yang tertarik ke pemerintahan? Hitungannya tidak banyak,” ungkap Ratna.

Kebutuhan Sarjana Akuntansi di kota-kota besar masih bisa terpenuhi. Namun, semenjak daerah didorong untuk membuat laporan keuangan terkait dengan dana desa, kebutuhan Sarjana Akuntansi meningkat.

“Ini membutuhkan SDM yang paham akuntansi semakin banyak. Untuk Jakarta dan kota besar di pulau jawa SDM tidak terlalu masalah, tapi di Papua untuk menerapkan sistem akuntansi akrual tidak semudah itu,” terang Ratna.

Komite Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP) berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. KSAP mulai bekerjasama dengan SMK. “Komite Standar Pemerintah bekerjasama dengan SMK justru untuk melatih SDM yang qualified untuk mendorong penerapan sistem akuntansi akrual,” ucap Ratna.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat