HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Seorang Wanita Ditangkap Karena Mengaku Diperkosa

5

HARIANACEH.co.id — Seorang warga negara Belanda ditahan polisi di Qatar atas dugaan kasus perzinahan setelah dirinya mengaku diperkosa.

Wanita berusia 22 tahun, yang sedang berlibur di Qatar, mengaku dibius saat berada di sebuah hotel di Doha. Menurut keterangan pengacara, ia kemudian terbangun di sebuah apartemen, dan menyadari dirinya telah diperkosa.

Dia ditangkap atas dugaan melakukan hubungan seks di luar pernikahan, dan akan muncul di pengadilan Qatar pada Senin mendatang.

Terduga pemerkosa juga telah ditahan, namun dia mengatakan hubungan seks itu dilakukan suka sama suka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan wanita tersebut, yang disebut bernama Laura, memang sudah ditangkap, tapi belum dituntut kasus apapun.

“Kami telah menyediakan bantuan kepada dia sejak hari pertama penahanan. Demi kelancaran kasus ini, kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut,” ungkap Kemenlu Belanda, seperti dikutip BBC, Sabtu (11/6/2016).

Pengacara Brian Lokollo mengatakan kepada NOS-Radio1 bahwa Laura berada di sebuah hotel di Doha untuk bersenang-senang. Pihak hotel membolehkan adanya minuman beralkohol.

“Namun saat dia kembali ke meja usai menenggak minuman, dia merasa kurang enak badan, dan menyadari telah dibius,” kata Lokollo.

“Memori selanjutnya adalah dia terbangun di sebuah apartemen, dan menyadari dirinya telah diperkosa,” sambung dia.

Menurut laporan kantor berita Doha News, Laura juga kemungkinan dapat dijerat dengan pelanggaran terkait minuman keras.

Meminum minuman beralkohol di ruang publik Qatar adalah sebuah pelanggaran. Namun ada beberapa hotel yang mengizinkan minuman keras, dan warga asing dapat memperoleh izin untuk membeli atau meminumnya.

Pada 2013, seorang wanita asal Norwegia di Uni Emirat Arab dihukum 16 bulan penjara karena berbohong, melakukan seks di luar pernikahan dan meminum alkohol setelah dirinya mengaku diperkosa. Wanita itu pada akhirnya dimaafkan dan dibolehkan pulang ke Norwegia.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat