HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Obama: Pelaku Penembakan Klub Malam Adalah Orang Yang Penuh Kebencian

2

HARIANACEH.co.id — Presiden Barack Obama mengecam penembakan massal mematikan dalam sejarah Amerika pada Minggu 12 Juni sebagai “aksi teror” dan “aksi kebencian” yang menargetkan tempat “solidaritas dan pemberdayaan” untuk kaum gay dan lesbian. Dia mendesak warga Amerika memutuskan “apakah ini negara yang kita inginkan?”.

Sejam setelah penembakan di sebuah klub LGBT di Orlando, Florida, Obama menyebut FBI langsung menyelidiki penembakan aksi terorisme yang belum diketahui motifnya itu. Dia mengatakan “Amerika harus berusaha mengapuni” pelaku yang diidentifikasi sebagai Omar Mateen jika ada kaitannya dengan kelompok ekstremes.

“Yang jelas dia adalah orang yang penuh dengan kebencian,” kata Obama dikutip dari AP, Senin (13/6/2016).

Obama mengatakan “ini adalah hari yang sangat memilukan” bagi komunitas LGBT dan pengingat serius bahwa serangan pada seorang Amerika adalah serangan pada Amerika tanpa memandang ras, agama, etnis, atau orientasi seksual.

“Penembak menargetkan klub malam di mana orang-orang datang bersama dengan teman, menari dan menyanyi untuk hidup,” ujar Obama. “Tempat di mana mereka diserang lebih dari klub malam. Itu adalah tempat solidaritas dan pemberdayaan, di mana orang-orang datang bersama untuk meningkatkan kesadaran untuk berbicara apa dalam pikiran mereka dan untuk mengadvokasi hak-hak sipil mereka,” tambah Obama.

Pelaku penembakan Omar Mateen
Pelaku penembakan Omar Mateen, (nbcnews.com)

Sejak menjabat pada 2009 Obama telah puluhan kali mengikuti penembakan massal dan mengeluarkan pernyataan tertulis. Pembantaian telah membawa Obama ke tempat-tempat seperti Newton, Connecticut, Tucson, Arizona, Charleston dan Carolina Selatan untuk memberikan belasungkawa dan memohon pada bangsa Amerika untuk serius membendung kekerasan senjata.

Setelah penembakan di Newton oleh seorang pria yang menewaskan 20 anak sekolah tingkat pertama dan enam dewasa pada 2012, Obama mendedikasikan perpanjangan jabatannya untuk mendorong disahkannya UU senjata.

Meski pelarangan senjata serbu dan amunisi ditolak oleh Senat, Obama terus berusaha dengan mengambil langkah-langkah tambahan menggunakan otoritasnya sendiri untuk memperketat aturan memperoleh senjata.

Dalam pernyataan persnya, Obama menggunakan ruangan James S Brady, seorang mantan sekretaris pers yang ditembak dan cacat permanen dalam upaya pembunuhan terhadap Presiden Ronal Reagen.

Pada hari yang sama Obama juga menandatangani proklamasi untuk menurunkan bendera setengah tiang hingga Kamis untuk menghormati para korban.

Wakil Presiden Joe Biden membatalkan perjalananya ke Miami pada Minggu untuk mengadakan penggalangan dana. Kantor Biden mengatakan, ia akan tetap berada di rumah keluarganya di Delaware untuk menerima perkembangan soal penembakan sebelum kembali ke Washington pada malam hari.

Diketahui Omar Mateen melakukan pembantaian menggunakan senjata serbu dan pistol di klub malam LGBT, Minggu 12 Juni.

Akibat kejadian itu 50 orang tewas dan 53 lainnya luka-luka.

loading...