HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

DPRA Bahas Ketentuan Penetapan Kepala Daerah Yang Menang Pilkada 2017

2

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Dalam rapat lanjutan yang membahas tentang Perubahan Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2012 tentang pemilihan kepala daerah (pilkada), juga dibahas ketentuan penetapan kepala daerah yang menang saat pilkada 2017 nanti.

Diantara yang dibahas ialah terkait satu putaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota. Siapapun calon kepala daerah yang unggul, walau satu suara saja, akan dinyatakan sebagai kepala daerah terpilih.

“Kemudian ada satu ketentuan lagi, jika terdapat dua pasangan calon yang jumlah suaranya sama, maka penetapan kepala daerah akan dilihat dari suara yang lebih merata, kalau bagi gubernur itu dari suara di kabupaten/kota, kalau bagi bupati dan wali kota, dari suara di kecamatan,” kata Dikatakan Ketua Badan Legislatif (Banleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Selasa (14/6/2016).

Terkait penetapan kepala daerah jika mempunyai suara yang sama, diatur dalam pasal 78 dan 78A. Selain itu, ketentuan lain yang dibahas ialah pemilih untuk pilkada dalam satu TPS maksimal 800 pemilih, dengan waktu dimulai pukul 08.00 sampai 14.00 waktu setempat.

Dalam rapat tersebut, hadir Banleg DPR Aceh, Tim Pemerintah Aceh, dan Komisi Independen Pemilihan Aceh. Rapat pembahasan Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2012 telah usai hari ini, dan lebih dari 50 persen pasal diubah.[***]

loading...