HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

42 Ribu Dokumen Korea Selatan Dicuri Hacker Korea Utara

18

HARIANACEH.co.idHacker Korea Utara dikabarkan berhasil mencuri 42 ribu dokumen dari organisasi dan badan pemerintah Korea Selatan, termasuk blueprint pesawat tempur F-15.

Serangan siber ini dimulai di tahun 2014. Ia pertama kali dideteksi pada bulan Februari, menurut unit invesitgasi polisi siber Korea Selatan.

Lebih dari 40 ribu dokumen yang berhasil dicuri merupakan informasi terkait pertahanan. Namun, tidak ada satu pun informasi yang tercuri merupakan informasi rahasia. Selain itu, pihak Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa tidak ada lubang keamanan yang ditemukan.

Sementara juru bicara untuk dua organisasi yang paling terpengaruh, termasuk Korean Air Lines, mengatakan bahwa dokumen yang bocor bukanlah dokumen rahasia.

Menurut laporan Engadget, para hacker tampaknya tidak berniat untuk menggunakan dokumen yang tercuri untuk melakukan serangan lebih lanjut. Selain itu, Korea Utara juga tidak dikenal dengan kemampuannya dalam bidang penerbangan. Jadi, tampaknya sekarang ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika serangan ini berlanjut, rahasia militer lainnya mungkin akan tercuri.

“Kemungkinan besar, Korea Utara ingin menyebabkan kebingungan massal dengan meluncurkan serangan setelah mendapatkan target untuk serangan teror siber atau berencana untuk terus mencuri rahasia industri dan militer,” kata unit investigasi siber pada Reuters.

Pihak polisi berhasil melacak alamat IP sang hacker ke ibukota Korea Utara. Alamat IP ini sama persis dengan alamat IP yang digunakan dalam serangan siber di tahun 2013, yang ditujukan pada bank dan media Korea Selatan. Ketika itu, pihak Korea Utara membantah kebenaran tuduhan tersebut.

Di bulan Maret, juru bicara Korea Selatan mengatakan bahwa ponsel dari beberapa petugas keamanan telah berhasil diretas oleh Korea Utara. Perusahaan keamanan siber, Kaspersky dan Alienvault Labs juga telah menemukan bukti bahwa peretasan Sony Pictures di tahun 2014 berasal dari Korea Utara. Pemerintah Korea Utara juga membantah tuduhan ini.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat