HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemerintah Dituntut Tokoh Lintas Agama Pulihkan Hak Warga Eks Gafatar

7

HARIANACEH.co.id — Tokoh Lintas-Iman menuntut pemerintah bertanggungjawab atas nasib warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) setelah `diusir` dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Warga eks Gafatar yang sudah tiba di daeral asal mendapat penolakan dari masyarakat.

Wakil Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Virgo Sulianto Gohardi menilai pemerintah abai melindungi anggota eks Gafatar terutama kaum perempuan dan anak. Dia bilang, warga eks Gafatar merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak sama.

“Ada beberapa hak yang tidak dipenuhi warga eks Gafatar, hak mendapatkan rasa aman, hak pendidikan, dan hak hidup. Negara tidak parsial melindungi warga eks Gafatar. Pemerintah terlihat takut dan ragu merespon karena tidak ada tuntutan publik dan respon media,” kata Virgo di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2016).

Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian Alissa Wahid meminta masyarakat memandang warga eks Gafatar sebagai korban. Masyarakat tidak boleh menghakimi warga eks Gafatar. Bagi Alissa, persoalan Gafatar bukan sekadar persoalan agama dan aliran kepercayaan, melainkan persoalan kemanusiaan.

Alissa mengungkapkan, 7000 warga eks Gafatar yang dipulangkan dari Kalimantan Barat mendapat tanggapa sinis dari masyarakat di berbagai daerah asal. Tak hanya hak hidup, Pemerintah juga harus memulihkan hak nama baik mereka. Secara tak langsung, pemulangan anggota eks Gafatar yang Alissa sebut sebagai pengusiran, membentuk stigma negatif bagi warga eks Gafatar.

loading...