HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Izin Masuk Khusus Utusan Palestina Dibatalkan Israel

3

HARIANACEH.co.idMenteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman membatalkan izin masuk khusus (VIP entry permit) bagi utusan khusus Otoritas Palestina. Utusan khusus ini biasa berurusan dengan warga Israel.

Lieberman membatalkan izin itu karena utusan tersebut dituduh bahwa dia telah melakukan kegiatan politik subversif.

Izin masuk dari Mohammed Al Madani dibatalkan karena dia berupaya membentuk partai politik yang mencakup warga Arab Israel dan Yahudi Mizrahi, atau orang-orang keturunan Timur Tengah.

Izin VIP itu memperbolehkan Al Madani memasuki wilayah Israel tanpa perlu antri lama di pos-pos pemeriksaan.

“Saya bertemu dengan ratusan warga Israel dari berbagai spektrum politik dan bahwa tujuan kami adalah mengaktifkan proses perdamaian,” tutur Al Madani, seperti dikutip VOA Indonesia, Kamis (16/6/2016).

Aktivis Mizrahi yang kelahiran Maroko,–Reuven Abergel– menyebut pengumuman Rabu 15 Juni sebagai hal yang merendahkan. Ia mengatakan telah bertemu dengan Al Madani dua tahun lalu untuk membahas soal perdamaian, tetapi tidak untuk mendirikan partai.

Sebelumnya, Militer Israel menegaskan mencabut izin ziarah Ramadan bagi warga Palestina. Keputusan diambil setelah serangan yang terhadap warga Israel di Tel Aviv.

Badan pertahanan Israel, COGAT mengatakan, seluruh 83 ribu izin sudah dibekukan untuk warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Termasuk pelarangan untuk mengunjungi keluarga mereka di Israel.

Pencabutan izin juga termasuk menghadiri doa di bulan ramadan di Yerusalem. Warga dilarang bepergian ke Israel melalui Bandara Tel Aviv.

Pelarangan dipicu serangan dua pelaku penembakan asal Palestina yang diarahkan kepada warga Israel. Empat warga Israel tewas dalam kejadian ini.Serangan yang juga melukai enam orang terjadi di lokasi perbelanjaan dan restoran di Tel Aviv. Insiden berlangsung di dua lokasi di Pasar.

Lokasi serangan berdekatan dengan Kementerian Pertahanan dan markas dari Angkatan Darat Israel. Polisi menyebutkan pelaku penyerangan berasal dari desa Yatta, dekat Kota Hebron di Tepi Barat.

loading...