HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kembalikan Harta Nazar

6

HARIANACEH.co.id — Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat mengembalikan beberapa harta benda berupa tanah dan bangunan serta jam tangan milik terdakwa M Nazaruddin. Harta yang dikembalikan ditaksir hampir sejumlah Rp50 miliar.

“Majelis Hakim sepakat dengan Jaksa Penuntut Umum untuk merampas semua harta benda hasil korupsi kecuali sebagaimana yang disampaikan dalam eksepsi terdakwa bahwa barang bukti yang memang berasal dari fee dirampas, barang bukti yang didapat sebelum terdakwa menjadi anggota DPR dan milik pribadi dikembalikan pada terdakwa karena hak terdakwa,” ujar Hakim anggota Sofi Aldi saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2016).

Barang yang dikembalikan yakni sebidang tanah seluas 2500 ha yang terletak di Kecamatan Kampar Provinsi Riau. Tanah itu adalah milik PT Panahatan yang kemudian dalam RUPS dijual.

Hakim Aldi menyebut dari fakta persidangan tanah itu diperoleh oleh Nazar sebelum ia menjadi anggota DPR, sehingga hakim mengabulkan buat mengembalikan tanah itu.

“Beralasan menurut hukum untuk dikembalikan,” ujar Hakim Aldi.

Hakim juga mengabulkan permintaan Nazar buat mengembalikan tanah seluas 2371 m2 di Jalan Pejaten Barat nomor 7 kecamatam Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tanah seharga Rp15 miliar itu kata Hakim Aldi didapat dari warisan.

“Meskipun LHKPN tidak menjamin seseorang tidak melakukan korupsi, tapi terdakwa dapat membuktikan bahwa tanah itu didapat sebelum menjadi anggota DPR. Dari saksi yang dihadirkan diketahui terdakwa banyak menerima warisan dari keluarga dan secara de facto rumah di Pejaten Barat diperoleh sejak tahun 1979, sehingga beralasan oleh hukum untuk dikembalikan pada terdakwa,” tambah Hakim Aldi.

Selanjutnya Hakim juga mengabulkan supaya rumah susun campuran Apartemen Taman Rasuna seluas 90,62 m2 milik Nazar dikembalikan. Hakim Aldi menyebut, dari fakta persidangan diketahui aset telah diperoleh sebelum menjabat sebagai anggota DPR.

Kemudian aset rumah dan properti di Jalan Sutera Palma X nomor 18 Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten senilai Rp1.368 miliar atas nama Muhajidin.

Hakim juga meminta jaksa mengembalikan sejumlah polis asuransi milik istri Nazar, Neneng Sri Wahyuni dan anak Nazar Sahira Nazar.

“Dan jam tangan warna hitam Pattek Phillipe dengan kondisi kaca pecah sewajarnya dikembalikan pada terdakwa,” tambah Jaksa Aldi.

Sejumlah harta benda yang dikembalikan pada terdakwa maupun sejumlah pihak ditaksir bernilai hingga Rp50 miliar. “Iya kira-kira segitu,” ujar Jaksa pada KPK Kresno Anto Wibowo.

Diketahui Nazar dihukum enam tahun penjara denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Nazar juga diharuskan membayar uang pengganti sejumlah Rp1 miliar apabila tidak dapat membayar harta bendanya bakal disita jika tak cukup maka diganti pidana penjara satu tahun.

loading...