HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Semua Senior Kepolisian Segera Dirangkul Tito Karnavian

5

HARIANACEH.co.id — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Tito Karnavian mengaku telah mengetahui kabar dirinya dipilih sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo. Kabar diterimanya dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menyatakan siap memimpin institusi kepolisian. Ia juga berjanji bekerja secara maksimal dalam memimpin nantinya.

“Ini perintah bagi saya. Saya memahami, saya termasuk junior dalam generasi kepolisian. Tapi ini perintah, prajurit tidak boleh langgar perintah,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2016).

Tito pun tak masalah dengan posisinya yang nanti akan berada di atas para seniornya. Ia memastikan akan merangkul seluruh senior di kepolisian untuk memaksimalkan kinerjanya.

“Kita lakukan secara objektif,” ucap Tito.

Tito Karnavian, (Antara)
Tito Karnavian, (Reno Esnir/Antara)

Pengalaman menjadi junior yang memimpin senior sudah pernah dijalani Tito saat menjabat sebagai Kapolda Papua dan Kapolda Metro Jaya. Menurut Tito, tidak ada hambatan kala itu.

“Hubungan kami sangat baik. Di Polda Metro juga sama, wakil saya angkatan 83. Kemudian, pejabat utama banyak angkatan 83-86,” ujar lulusan terbaik Akpol 1987 ini.

Tito memandang penunjukan dirinya sebagai calon Kapolri sebagai langkah reformasi di tubuh Polri. “Visinya, bukan berarti senior dapat tempat. Tapi, yang punya kompetensi dan visi reformasi,” tukasnya.

Tito mulai dikenal publik sejak menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Karir Tito cukup melesat. Belum setahun menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, ia mendapat promosi dan ditunjuk sebagai Kepala BNPT.

Bersinggungan dengan terorisme bukanlah hal baru bagi Tito. Ia sempat bergabung dengan tim yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin Moch Top. Tito didapuk menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri karena prestasinya itu.

Prestasi Tito lainnya tak bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah lulusan Akpol 1987 pertama yang mampu menembus pangkat jenderal bintang tiga.

Tito kembali mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Dia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, Idham Azis, Petrus Reinhard Golose, serta Rycko Amelza Dahniel.

loading...