HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pasukan Israel Dikabarkan Tembak Mati Seorang Warga Palestina

8

HARIANACEH.co.id — Pasukan Israel dikabarkan menembak mati seorang warga Palestina. Dua orang lain turut terluka dalam kejadian tersebut.

Kepastian atas kematian dari pria yang bernama Mahmoud Badran itu dilaporkan oleh pihak keamanan Palestina. Menurut pihak Israel, ketiga orang itu ditembak karena melempar batu ke arah mobil yang berada di dekat jalan bebas hambatan Negara Yahudi tersebut.

Militer Israel mengaku tengah menyelidiki insiden ini, tetapi media Israel melaporkan beberapa kendaraan tampak rusak. Selain itu, dua pengemudi terluka terkena imbas pelemparan batu di jalan bebas hambatan 443.

Kejadian ini menambah panjang deretan kekerasan di wilayah Palestina dan Israel sejak Oktober lalu. 209 warga Palestina tewas dan juga 32 warga Israel, dua warga AS dan seorang warga Eritrea serta Sudan juga turut tewas dalam rangkaian kekerasan ini.

Pihak berwenang menyebutkan sebagian besar warga Palestina yang tewas, adalah mereka yang melakukan penyerangan. Sementara sisanya adalah warga Palestina yang terlibat bentrok dengan pasukan Israel atau terbunuh dalam serangan udara di Gaza.

Upaya negosiasi damai Palestina dan Israel

Pada Senin 20 Juni, seorang pemuda Palestina yang menderita kelainan Down syndrome dimakamkan. Dia ditembak oleh pasukan Israel di Tepi Barat dan meninggal di rumah sakit.

Hal ini kembali menyuarakan upaya negosiasi damai antara Palestina dan Israel. Sejak April 2014, negosiasi damai antara kedua belah pihak tidak menunjukkan perkembangan.

Dalam upaya menghidupkan kembali pembicaraan damai, Prancis pada akhir tahun ini menyelenggarakan konferensi internasional untuk perdamaian Palestina dan Israel. Sebuah pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg pada Senin 20 Juni mengeluarkan dukungan atas pertemuan ini, meskipun Israel menyuarakan keberatannya.

“Uni Eropa sudah memutuskan bersama negara lain dan rekan internasional, untuk memberikan kontribusi konkret atas perkembangan dari inisiatif perdamaian yang diambil tentunya dengan prospek konferensi internasional yang akan dijadwalkan sebelum akhir tahun,” pernyataan pihak Uni Eropa.

Bagi Israel, pertemuan semacam ini hanya akan mengurangi upaya negosiasi bilateral secara langsung antara Palestina dan Israel. Mereka menilai hal ini hanyalah sebuah langkah mundur dari upaya perdamaian yang selama ini menjadi komitmen negara tersebut.

loading...