HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

DPRA Gelar Rapat RDPU Raqan Pengelolaan Zakat, Infaq dan Sadaqah

2

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Pansus Zakat Infaq Sedekah (ZIS) Tahun 2016 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) membahas Rancangan Qanun Aceh Tentang Pengelolaan Zakat, Infaq dan Sadaqah. Rapat Dengar Pendapat Umum tersebut digelar di Gedung Utama DPRA di Banda Aceh, Selasa 21/6 tersebut dipimpin oleh Ketua Pansus ZIS Tahun 2016, Anggota Dewan Pansus ZIS DPRA dan Tim Pembahas dari Pemerintah Aceh.

Ketua Pansus ZIS, Ermiadi Abdul Rahman, ST mengatakan, rapat dengar pendapat umum bertujuan untuk mencari masukan terhadap penyempurnaan Rancangan Qanun Tentang Pengelolaan Zakat, Infaq dan Sadaqah.

“Kami mengapresiasikan kehadiran dari undangan RDPU baik dari MPU Aceh, Kanwil Kemenkumham Aceh, Staf Ahli Gubernur Bidang Keuangan, Baitul Mal Aceh, Inspektorat Aceh, Dinas Syari’at Islam Aceh, Dinas Keuangan Aceh, Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh, Biro Hukum Setda. Aceh, Biro Organisasi Setda. Aceh, Asisten II Setdakab/Kota se-Aceh, MPU Kabupaten/Kota, Baitul Mal Kab/Kota, Dinas Syari’at Islam Kab/Kota, Dinas Keuangan Kab/Kota dan para wartawan baik cetak maupun elektronik,” sebut Ermiadi Abdul Rahman, ST yang juga anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh.

Ermiadi Abdul Rahman, ST. berharap dalam RDPU ini memberikan pemikiran konstruktif untuk penyempurnaan rancangan qanun yang nantinya disahkan menjadi Qanun Aceh dalam Sidang Paripurna DPR Aceh. Ia mengatakan RDPU merupakan keharusan dalam pembuatan sebuah qanun. Dan ini sudah diatur dalam Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pembentukan Qanun.

Seperti diketahui bahwa RDPU digelar untuk menampung saran dan masukan masyarakat. RDPU ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadap lahirnya sebuah produk hukum. Selanjutnya dalam RDPU terdapat banyak masukan dan sumbang saran yang sangat membangun untuk penyempurnaan qanun dan semua masukan tersebut dicatat dan akan dikaji kembali oleh Pansus ZIS DPRA.

“kami berharap RDPU ini berjalan santai dikarenakan kita dalam suasana berpuasa, pungkas Ermiadi Abdul Rahman, ST. Pada kesempatan ini juga, diakhir acara kami mengajak peserta RDPU untuk dapat melakukan buka puasa bersama seperti yang telah disediakan oleh Sekretariat DPRA.

Para peserta RDPU sangat antusias memberikan pendapat dan saran, seperti penyempurnaan Judul Rancangan Qanun, Rancangan Qanun Pengelolaan ZIS agar terpisah dengan Qanun yang mengatur Pengelola ZIS. Dan sebagian besar pengurus Baitul Mal yang hadir dalam RDPU ini menyarankan agar zakat tidak dimasukkan sebagai Pendapat Asli Aceh karena jika Zakat Infaq Sedekah dijadikan pendapatan daerah maka penggunaan nya harus sama dengan sumber pendapat asli aceh lainnya. Hal ini menjadi penyebab sebagian besar dana Z.I.S tidak dapat digunakan karena jika digunakan akan menjadi temuan Audit BPK. Maka RDPU yang dimulai dari pukul 15.00 WIB dengan sekali skor dan dilanjutkan setelah shalat ashar sampai berakhir tepat pukul 18.30 WIB. [***]

loading...