HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Peredaran Vaksin Palsu Diungkap Polisi

30

HARIANACEH.co.id — Polisi menahan 10 tersangka pemalsuan vaksin untuk anak berusia di bawah lima tahun. Kasus ini terungkap dari ditemukannya beberapa penjual vaksin anak yang tidak mengantongi izin.

“Dari pengembangan kasus, diketahui ada tiga kelompok pelaku produsen vaksin palsu yang tidak saling mengenal satu sama lain,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Pol Agung Setya di Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Menurut Agus, awalnya polisi menangkap seorang tersangka berinisial J pada 16 Juni 2016. J adalah pemilik Toko Azca Medical di Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan J, polisi kemudian menemukan tiga titik yang diduga menjadi tempat untuk meracik vaksin palsu. Tiga titik itu, yakni di Jalan Serma Hasyim, Bekasi Timur; Puri Hijau Bintaro, dan Kemang Regency.

Dari tiga lokasi itu, polisi meringkus sembilan orang tersangka, terdiri dari lima produsen, dua kurir, satu pencetak label, dan satu penjual. Vaksin palsu itu, lanjut Agung, didistribusikan ke daerah sekitar Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Agung menjelaskan, salah satu pelaku merupakan lulusan Akademi Keperawatan. Ada juga yang menjadi pemilik apotek.

Para pelaku mengaku menjual vaksin di apotek dan toko obat milik mereka, serta di rumah sakit. “Kami masih selidiki kemungkinan keterlibatan oknum rumah sakit,” papar Agus.

Dari tangan pelaku, penyidik menyita barang bukti berupa 195 sachet vaksin Hepatitis B, 221 botol vaksin Pediacel, 364 vial/botol pelarut vaksin campak kering, 81 sachet vaksin penetes polio, 55 vaksin anti Snake dalam plastik, dokumen penjualan vaksin, bahan baku pembuatan vaksin, alat pres untuk menutup botol vaksin, serta vaksin palsu lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar serta Pasal 62 Jo Pasal 8 UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat