HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pertemuan Bahas Prospek Perdamaian Palestina-Israel Dipimpin Indonesia

8

HARIANACEH.co.id — Indonesia pimpin pertemuan mengenai prospek perdamaian Timur Tengah di PBB. Pertemuan ini penting untuk menentukan peluang perdamaian Palestina dan Israel.

Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani, memimpin sesi pertemuan tersebut di Markas PBB Jenewa, Swiss pada Kamis 30 Juni.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut dalam kerangka United Nations International Conference in Support of Israeli-Palestinian Peace (Konferensi Internasional PBB dalam Mendukung Perdamaian Israel dan Palestina). Pertemuan ini sendiri diselenggarakan United Nations Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (Komite Palestina).

“Sesi pertemuan ini penting karena mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan dalam mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel, termasuk berbagai contoh dalam penyelesaian konflik internasional lainnya serta langkah selanjutnya,” tutur Dubes Djani, dalam keterangannya yang dikutip dari situs Kemenlu RI, Jumat (1/7/2016).

Ditegaskan bahwa konflik Palestina dan Israel, yang berawal dari pendudukan wilayah Palestina oleh Israel, telah berlangsung terlalu lama.

“Walaupun tantangannya tidak ringan, dunia internasional harus bersatu dalam mengupayakan perdamaian, dan kreatif mencari berbagai model penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak,” tambah Dubes Djani, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Palestina PBB.

Konferensi Internasional tersebut merupakan salah satu kegiatan Komite Palestina dalam menggalang dukungan internasional terhadap rakyat Palestina, dan dihadiri delegasi negara-negara anggota PBB di Jenewa, wakil pemerintah Palestina, akademisi, LSM, dan media, dari Palestina, Israel, dan negara-negara Timur Tengah. Tercatat bahwa Pertemuan dihadiri pula oleh sejumlah tokoh-tokoh pelaku perundingan Madrid, Oslo, dan Arab Peace Initiative, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah panjang perundingan damai Palestina dan Israel.

Salah satu isu yang dibahas dalam sesi pertemuan yang dipimpin Indonesia adalah peran organisasi non-pemerintah (track II) dalam mendukung upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah dan organisasi internasional antarpemerintah.

“Semua pihak harus memainkan peran dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel, sesuai kapasitas masing-masing, antara lain melalui penyaluran bantuan kemanusiaan atau pendidikan. Banyak organisasi nonpemerintah kita yang memiliki hubungan baik dengan berbagai kalangan dunia, dan dapat menyebarkan pesan perdamaian antara Palestina dan Israel,” pungkas Dubes Djani.

Mantan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu RI itu memandang organisasi nonpemerintah dari Indonesia memiliki kapasitas untuk memainkan peran kunci. Hal ini juga dapat memperkuat serangkaian kegiatan Pemerintah RI dalam mendukung Palestina, yang momentumnya terus diperkuat melalui Konferensi Luar Biasa OKI mengenai Palestina di Jakarta, Maret 2016, dan partisipasi Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, pada Paris Conference, di Paris, Juni 2016.

loading...